Posted in Drama Series, Review

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini: the series

Setelah hampir 3 tahun, akhirnya ada lagi web series lokal yg bisa kubilang lumayan bagus. Terlebih lagi, jumlah episodenya cuma 3, dan total durasinya cuma 30 menitan! Dan berhubung aku nemuin Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini The Series ini cukup telat, aku bisa langsung nonton semua episodenya sekaligus.

Karena keterbatasan durasi, cerita yg dicakup di serial web biasanya sangat sederhana. Ga jarang, plotnya cuma seputar satu-dua hal dan melibatkan beberapa karakter saja. Di serial NKCTHI, fokus utama ada pada Awan (Rachel Amanda) dan Satria (Wafda Saifan), sahabat sejak masa kuliah yg kemudian bekerja di firma arsitektur yg sama, serta konflik yg muncul ketika keduanya menjadi rival kerja dan orang ketiga hadir di antara mereka.

Semuanya bermula ketika mereka ditunjuk pak bos (Ariyo Wahab) untuk mengambil alih proyek untuk salah satu klien utama firma yg lowong karena atasan yg sebelumnya memegang proyek tersebut dipecat si bos. Dua sohib yg seharusnya bekerja sama ini menjadi bersitegang karena Satria memberikan konsep dan ide desain yg berlawanan dengan Awan di depan sang klien, yg jelas membuat si cewek bete. Suasana diperkeruh karena mereka merupakan dua dari tiga kandidat untuk promosi jabatan, sehingga tindakan ‘memotong’ Satria dianggap Awan sebagai taktik “makan teman” untuk menjatuhkan dirinya.

Dan di saat hubungan keduanya sedang renggang, muncul sosok Intan (Rania Putrisari), asisten Awan yg menaruh hati pada Satria dan tanpa buang waktu segera melakukan pedekate intensif. Awan pun makin panas, entah karena kedekatan sahabatnya dengan cewek lain atau karena tugas yg seharusnya dikerjakan Intan jadi terbengkalai.

Apakah Awan bisa memenangkan kompetisi soal jabatan, persahabatan, dan mungkin juga… hati Satria?

(mengandung spoiler)

Receh dan klise memang, tapi ide mau secemerlang atau sebiasa apapun bisa jadi menarik atau jatuh membosankan tergantung seberapa rapi pengembangan cerita dan penggarapan adegannya, dan menurutku keduanya dikerjakan dengan baik di sini. Alurnya jelas dan mudah dimengerti meskipun ada bagian yg maju mundur. Dialognya ngalir natural, kecuali setiap kali karakternya memberi saran dengan kalimat puitis. Nyastranya dapet, tapi terdengar kaku. Feel-nya juga dapet: betenya, keselnya, ‘cemburu’nya. Timing nembaknya juga pas banget sih, jadi efeknya kena.

Akting pemain utamanya — Awan, Satria, Angkasa (Rio Dewanto), dan Lika (Agla Artalidia) — terbilang oke meskipun beberapa karakter kurang tergali dan cukup ngebingungin. Lumrah sih, mengingat durasi yg pendek dan fokus pada dua karakter pertama. Kekurangan lain, sampai akhir aku masih ga ngeh hubungan cerita sama judulnya apa. Atau mungkin aku mendapat kesan itu karena aku ga familier dengan bukunya?

Endingnya pun bisa dibilang ga ketebak, baik dari segi siapa yg terpilih naik jabatan maupun nasib pertemanan Awan dan Satria. Setelah tahu kalau NKCTHI ada versi filmnya juga, kupikir kisah mereka akan berlanjut di sana, tapi ternyata web series ini semacam spin-off dari cerita di film yg diangkat berdasarkan buku berjudul sama? Tapi, tanpa berlanjut pun, akhir cerita di serial ini sudah konkret kok. Agak ngegantung tapi ga ngambang. ‘Kan ga semua kisah harus berakhir bahagia dan ga semua tembakan harus diterima.

_
Belum nonton? Langsung meluncur aja ke channel ToyotaIndonesia.

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s