Posted in Foodie

ARIRANG Extra Hot Fried Noodle: sepedas SAMYANG?

Sejak Samyang meledak di media sosial sekitar 3 tahun yg lalu dan aku sudah merasakan sendiri sensasinya, perburuanku akan mie instan super pedas dimulai. Beberapa di antaranya pernah kuulas di sini, dan yg seperti kutulis di sana, aku penasaran aja kenapa cuma Samyang yg heboh banget. Masa ga ada merek lain yg bisa menyaingi si Hot Chicken Ramen?

Dua setengah tahun sejak perburuan dimulai, akhirnya aku bisa berhenti mencari.

Dan yg membuat aku bisa berkata demikian adalah ARIRANG Extra Hot Fried Noodle.

Nemu ini ga sengaja, dan yg membuat aku tertarik tentunya karena tulisan “extra hot”, terus dia kering, bukan kuah seperti mie pedas pada umumnya. Harga satuannya juga ga terlalu mahal: 10 ribu. Ada dua varian lain di samping Extra Hot: Tasty Chicken Fried Noodle dan Noodle Soup Bone Marrow. Semuanya memiliki berat bersih 130 gram.

Awalnya aku ga nyangka kalau mie ini bisa ngelawan Samyang soalnya selama ini klaim “extra hot” ya cuma gertak sambal aja, kenyataannya ga pedas-pedas amat, ditambah lagi dia produksi dalam negeri. Bukan impor, meski banyak yg bilang ini mie Korea, karena kalau dicek dari kemasannya, ga ada tulisan lisensi atau di bawah supervisi perusahaan Korea, jadi menurutku ini 100% mie asli Indonesia, mengambil nama ke-Korea-an aja. Dari segi rasapun, rasanya familiar banget sih.

Yg membuat aku mulai membandingkan si Extra Hot sama Samyang adalah hasil adukan mie plus bumbu yg merah pekat, dilengkapi taburan rumput laut dan wijen sebagai topping. Rentetan bumbunya termasuk banyak: ada bumbu bubuk, minyak cabai+kecap asin, rumput laut+wijen, dan ekstra minyak cabai.

 

Aku sendiri baru ngeh kalau ternyata si hitam sudah mengandung chili oil setelah semua bumbu kucampur, jadi bagi yg ga terlalu kuat pedas, extra chili oil-nya di skip aja ya 🙂

Soalnya ini beneran menohok sejak suapan pertama! Dan pedasnya itu tipe yg menyengat, jadi mulai dari bibir sampai perut itu berasa panas. Mukapun memerah. (Ga tau ya, apa tingkat toleransi pedasku sedikit turun ya? Karena belakangan ini, makan yg pedas sedikit aja muka bisa langsung merah…) Anehnya, tingkat kepedasannya seolah sebanding dengan tingkat panasnya mie. Setelah kudinginkan sedikit, pedasnya jadi jauh mendingan dan ga banget-banget. Panas ngaruh kali ya?

Mienya sendiri tebal, ga alot, tapi ga kenyal. Aku pribadi ga gitu suka sama mie tebal, jadi menurutku mie-nya kurang, tapi dari segi rasa aku suka! Rasanya sesuai dengan lidah kita, pedas-asin-gurih, dan yg paling aku suka adalah wanginya (berkat daun jeruk).

Jadi, kalau ditanya apakah Arirang Extra Hot bisa menandingi Samyang Hot Chicken Ramen? Jawabanku adalah engga. Tapi dari semua mie pedas yg pernah kucoba, ini yg paling mendekati. Apalagi keduanya sama-sama kering. Cuma dari segi harga, Arirang lebih bersahabat dan rasanya juga harusnya lebih cocok ke lidah kita. Dan yg pastinya ‘aman’ dikonsumsi. Ga perlu lagi bertanya-tanya, “Ini halal ga?” karena sudah ada logo halal MUI di pojok kanan atas setiap bungkusnya 🙂

_
n.b. aku udah beli Samyang 2x Spicy tapi masih menunggu waktu dan kondisi yg tepat untuk nyobain, haha.

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s