Posted in Drama Series, Review

SORE the series: Istri dari Masa Depan

Sepertinya web series sedang “in” ya belakangan ini. Sejak kemunculan mini drama AADC akhir 2014 lalu, sudah ada tiga judul dengan format serupa yg kutonton melalui YouTube: Nic & Mar, Ben & Jody, dan Sore. Dan sejauh ini, aku cukup puas dengan hasilnya. Selain durasi dan jumlah episode yg pendek, serta akses yg mudah, dari segi cerita, senimatografi, dan akting, kualitasnya jauh lebih oke daripada sinetron-sinetron yg tayang di TV.

Yang paling engga enak ya paling waktu nunggu sampai episode berikutnya. Sesuai panjang video-video YouTube pada umumnya yg sekitar 10 menitan, durasi satu episode ya sekitar segituan, dan nonton satu episode drama sependek itu tuh rasanya nanggung banget, sementara jarak antar episode bisa seminggu. (Nic & Mar masih mendingan, karena menayangkan dua episode dalam seminggu, sedangkan Ben & Jody sudah sebulan lebih belum juga mengunggah episode keduanya.)

Sore sendiri memiliki jumlah episode sebanyak 8* (padahal di beberapa artikel yg kubaca di awal kemunculan web series ini menyebutkan total episodenya adalah 9) yg tayang seminggu sekali sejak awal Februari dan baru berakhir Rabu lalu. Produksi kolaborasi dari Inhype Pictures dan Tropicana Slim Stevia, Sore bercerita tentang time-traveling wife. Tema yg sudah sering dijadikan set-up cerita drama-drama atau film-film luar namun sepertinya baru kali ini digarap oleh sinemator dalam negeri, sehingga aku cukup tertarik dengan plot dan eksekusi yg akan ditampilkan di sini.

Sosok istri tersebut adalah Sore (Tika Bravani). Ia lompat ke masa lalu untuk menemui calon suaminya, Jonathan (Dion Wiyoko), dengan mengemban misi tertentu. Jo — panggilan sayang Sore untuk sang suami — terkejut mendapati sesosok wanita tidur di sampingnya, yg dengan entengnya mengaku sebagai istri yg datang dari masa depan. Tentu Jo tidak percaya begitu saja, meskipun perempuan misterius ini mengetahui banyak hal tentang dirinya dan keluarganya, termasuk hal-hal privat lainnya seperti tahi lalat di dekat dubur. Haha.

Terus, mengapa Sore datang ke masa lalu? Apa yg terjadi di masa depan?

Menurut Sore, itu karena Jo tidak pernah mengajaknya ke Italia. Tapi tentunya ada maksud lain, karena hal pertama yg dilakukan saat menginjakkan kaki di tempat tinggal Jo adalah membuang sekotak rokok dan menguras dua botol minuman keras yg ada di sana. Awalnya kupikir kedatangannya ke masa lalu merupakan keinginan/permintaan terakhirnya — untuk bisa keliling Italia, atau menghabiskan waktu lebih lama bersama pria yg akan menjadi suaminya kelak. Tapi ketika ia mulai bawel soal makanan kesukaan Jo yg kurang sehat, kebiasaan kerja hingga larut malam, serta menyeretnya untuk lari pagi setiap harinya, aku tahu bahwa Jonathan lah yg sudah tiada di masa depan.

Mungkin aja sih fokus ke kesehatan itu berhubungan dengan sponsor yg bergerak di bidang tersebut, tapi intuisiku lebih condong ke teori di atas. Bahwa Sore memutuskan terbang ke masa sebelum mereka kenal untuk mengubah pola hidup Jo ke arah yg lebih baik.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara Sore bisa menembus waktu? Berapa lama ia bisa bertahan di sana? Apa konsekuensinya? Pertanyaannya pertama tidak pernah muncul. Pertanyaan kedua dijawab mengambang (“ga lama harusnya.”). Dan walaupun dia pernah berucap, “mereka bilang emang ada efek sampingnya sih,” siapa ‘mereka’ itu atau apakah efeknya akan berpengaruh ke dirinya di masa depan tidak dibahas lebih lanjut.

(mengandung spoiler)

Pertanyaan seputar 5W+1H akan selalu muncul untuk setiap produksi bergenre fantasi, dan aku lebih suka kalau hal-hal mendasar ini dijabarkan dengan jelas. Karena ga ada alasan untuk mengesampingkan sesuatu yg harusnya menjadi fondasi cerita. Namun, aku tidak begitu mempermasalahkan di sini, sejauh pesannya sampai. Makanya aku cukup kecewa dengan akhirnya. Ga bisa dipungkiri, adegan penutupnya manis dan bikin gregetan (mini serinya berakhir ketika sikonnya lagi seru-serunya), dan walaupun kita semua tahu mengapa Sore pergi ke masa lalu, pada akhirnya kita tidak tahu apakah misi tersebut tercapai. Betul Jonathan kembali ke Jakarta dan keduanya kembali bertemu (seperti seharusnya), tapi kan bukan itu tujuan utamanya. Intinya adalah gaya hidup sehat, dan aku ga melihat adanya perubahan yg signifikan pada sisi ini.

Kita juga ga tahu alasannya untuk kembali ke tanah air. Apakah hanya untuk mencari Sore? Apakah tidak ada misi pribadi — untuk memperbaiki hubungan dengan ayahnya, misalnya, setelah mengetahui bahwa beliau bahkan tidak datang ke acara pernikahan mereka? Rasanya masih banyak sisi cerita yg bisa dikedepankan, tapi dikesampingan demi romansa antara Sore dan Jonathan. Ga salah sih, secara dasar dari Sore adalah cerita cinta, tapi yaa…kayaknya kurang klop aja gitu. Aspek lain mungkin bisa digali dan dikembangkan di seri berikutnya, karena episode pamungkasnya masih “bersambung”. *tepokjidat*

Selain itu, bagian lain yg mengganjal adalah dialog yg kaku, jalan cerita yg lompat-lompat, alur yg kurang mulus, serta karakter Sore yg cenderung rese. Niatnya memang baik, tapi cara penyampaiannya rada maksa. Saat itu kan mereka belum saling kenal, tapi dia santai banget tidur seranjang, mesra-mesra, dan ngatur-ngatur (walaupun si lelaki nurut aja sih). Salah satu yg paling bikin geleng-geleng adalah tindakannya menghapus semua file kerjaan Jo hanya karena Jo ga mau dengerin anjurannya untuk tidur lebih pagi. Yang bener ajaaahhh~

Meskipun demikian, secara keseluruhan Sore menyuguhkan kualitas yg baik. Plot dan akting cukup solid. Penempatan musik dan lagu pas. Sinematografinya juga ciamik (terutama karena sebagian besar adegan disyut di Italia, yg kalau boleh jujur ga ada relevansinya dengan cerita selain memberikan backdrop cantik). Yah, tetek bengek yg bisa lah diperbaiki atau ditingkatkan kalau memang seri ini akan ada lanjutannya.

Sampai saat itu, aku cukup puas dengan kalimat penutup yg bisa banget dijadiin jurus pedekate terbaru:

Jo: “Udah punya pacar belum?”
Sore: “Belum. Ini kamu ga lagi berusaha deketin aku kan?”
Jo/Sore: (berbarengan) “Aku orangnya pemilih loh.”
Sore: “Kok bisa tahu?”
Jo: “Ya tahu.”
Sore: “Kamu tuh siapa sih?”
Jo: “Suami kamu dari masa depan.”

*hmph*

Dasarrr, bisa aja lu Jooo~

_
Belum nonton? Langsung meluncur aja ke channel Tropicana Slim. Cukup luangkan waktu 70 menit kalau mau langsung dimaraton sampai selesai 🙂

— Edit: 27 Maret 2017 —

*) Guys!! Bagi yg belum tahu, web series ini tamat di nomor 9, bukan 8! Aku ketipu mentah-mentah… 😩
(baca ulasanku di sini)

Advertisements

4 thoughts on “SORE the series: Istri dari Masa Depan

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s