Posted in Commentary, Drama Series

Ben & Jody: prekuel dan sekuel dari Filosofi Kopi

bj_0100011

Kabar baik bagi pecinta Filosofi Kopi! Sekarang ada kedai kopi benerannya! Kalau soal ini sih pasti udah pada tahu ya — apa udah pada langganan? Tapi kalau soal Filkop ada lanjutannya, udah pada tahu belum? Dan bukan hanya sekuel, tapi juga prekuelnya!

Aku sendiri baru tahu tentang hal ini ketika episode perdana dari Ben & Jody The Series sudah muncul di YouTube beberapa hari yg lalu. The Series ini merupakan prekuel dari film Filosofi Kopi hasil adaptasi cerpen Dewi Lestari yg diangkat ke layar lebar pertengahan 2015 lalu. Bercerita tentang awal mula terbentuknya kedai kopi bernama Filosofi Kopi itu sendiri.

bj_0100002

Bagi yg ga familiar dengan cerpennya maupun belum nonton filmnya ga perlu khawatir ga bisa ngerti jalan ceritanya. Karena ini adalah prekuel, yg mencakup kejadian sebelum era yg dimuat di The Movie-nya. Menit-menit awalnya saja langsung menyasar dan menjabarkan dua tokoh utama cerita dengan gamblang. Ben (Chicco Jerikho), barista idealis nan nyeleneh, dan sohibnya Jody (Rio Dewanto), pemilik toko pragmatis nan kalkulatif.

Di episode pembuka yg berjudul “Pilot” ini, kita mengikuti duo sahabat/teman bisnis menclok dari satu toko kopi ke toko kopi lainnya untuk referensi. Jody yg tujuannya ingin sesuatu yg untung cepat langsung menuju kedai multinasional yg membanderol satu cup ice caramel macchiato seharga 50 ribu, tempat fancy menjamur di mana-mana yg tentunya dicemooh Ben. Baginya, konsep ideal kedai kopi itu menawarkan signature coffee yg tidak ada duanya, dengan suasana yg santai dan dekor yg simpel.

Untuk itu, ia menyeret ‘Gober’ ke kedai sederhana tanpa AC yg dipadati pengunjung meski hanya menjual dua jenis kopi. Giliran Jody yg mencibir harga jual yg hanya seperlima minuman yg baru diseruputnya, “Kapan cuannya?!” Yg dibalas santai Ben, “Kalau kagak cuan, mereka udah tutup dari kemarin-kemarin.” Kemudian mereka pindah ke kedai kopi legendaris yg berdiri sejak tahun 1927. (Jody: “Gua orang sih ga mau ya kedai kita 80 tahun begini doang.”)

bj_0100003

Jody punya alasan kenapa dia butuh bisnis yg untung cepat: ada utang ayahnya yg harus dilunasi. Tapi Ben juga ogah kompromi. Menurutnya, kedai yg memiliki menu khas akan menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen, yg pada akhirnya akan untung juga. Doi tetap kukuh pada pendiriannya untuk menyajikan kopi Indonesia dengan metode yg ia pelajari dari Italia, yg ga masuk hitungan Gober. Perbedaan pendapat yg seolah tak ada titik temunya.

Tapi setelah keduanya cool down dan kembali berembuk ditengahi secangkir kopi, Ben mendadak filosofis, menganalogikan persahabatan mereka seperti kopi tubruk, yg kemudian memberikan momen eureka untuk konsep kedai kopi mereka: barista yg tak hanya meracik kopi namun juga menceritakan asal usul dan filosofi dibalik setiap cangkir kopi, tempat di mana pengunjung bisa menemukan dirinya. Daaannn…Jody sukses terjebak dalam mulut manis Ben. Lagi. Haha.

bj_0100009

Dengan durasi yg hanya 10 menit, Pilot mengingatkanku pada Nic & Mar, namun tidak seperti web series buatan LINE tersebut, tidak banyak info yg bisa kugali mengenai Ben & Jody The Series. Selain proses syuting yg dimulai bulan Desember lalu, banyaknya episode, waktu rilis, dan panjangnya durasi tidak berhasil kutemukan. So, let’s wait and see when the next installment is out.

Web series ini digarap oleh tim produksi yg sama dengan The Movie, diperankan oleh aktor yg sama, dan meskipun disutradarai dan ditulis oleh orang yg berbeda dengan filmnya, episode pertama berjalan dengan mulus dengan cerita yg oke. Aku sendiri suka style penyutradaraan dan kualitas gambar yg dihasilkan — level film banget. Satu hal aja sih yg mengganjal: tentang Jody yg menawarkan bapau babi ke Ben. Mereka kan sohib, tentunya sudah hafal seluk beluk masing-masing. Ben menanggapinya dengan santai, tapi aneh dan ga etis sih Jody menawarkan sesuatu yg seharusnya sudah ia ketahui ga bisa Ben makan. Sahabat yg saling menghargai ga akan melakukan itu, bercanda sekalipun. Hal kecil memang, tapi cukup signifikan, terutama menyangkut tandem keduanya. Sayang aja.

Meskipun ga banyak info yg bisa digali mengenai seri prekuel ini, banyak info yg bisa didapat mengenai sekuel-nya: berjudul “Filosofi Kopi: Ben & Jody”, berformat film yg saat ini sudah masuk tahap syuting dan akan tayang Juli 2017 ini. Dari segi plot akan terlepas dari cerpennya, yg merupakan pengembangan dari cerita buah karya pemenang kompetisi Ngeracik Cerita yg diselenggarakan Visinema Pictures pertengahan tahun lalu, namun sudah melalui proses diskusi dan persetujuan oleh penulis aslinya.

Aku sendiri bukan pencinta sekuel, dan cerita dari Filkop The Movie memang bukan favoritku, tapi dari segi lainnya lumayan ciamik sehingga aku cukup dibuat penasaran gimana dan ke mana cerita akan bergulir. Meskipun hadirnya dua tokoh baru dan tiadanya berita seputar karakter El yg dimainkan Julie Estelle membuat aku jadi bertanya-tanya, “gimana nasib loveline-nya?”

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s