Posted in Foodie

Kalap di AEON Mall

dsc_2016

…atau di Waroeng Boengkoes lebih tepatnya… untuk kesekian kalinya 😂

Well, “kesekian kalinya” sebenarnya rada lebay sih, secara sejak AEON Mall buka pertengahan tahun lalu, aku belum sampai lima kali ke sana. Tapi emang setiap kali ke sana selalu kalap, mata dan perut, secara mall ini kan memang surganya kuliner Jepang. Dan memang opsinya beragam dan bikin ngiler abis.

Awalnya aku ke sana karena Ramen Village-nya, berhubung saat itu aku lagi getol-getolnya sama yg namanya ramen. Sekarang juga masih, tapi ga se-semangat dulu nyari dan nyobain kedai ramen baru karena udah nemu tempat favorit untuk itu*, jadi perhatian beralih ke makanan Jepang lainnya, yg lengkap banget terpampang di Waroeng Boengkoes.

warungbungkus_menu

Bagi yg belum pernah ke AEON Mall (really?), Waroeng Boengkoes ini adalah daerah terbuka seluas 1.400 meter persegi di depan AEON supermarket lantai G. Mengusung konsep “warung”, area dibagi menjadi 10 konter sesuai jenis menunya, mulai dari makanan pembuka sampai penutup. Semua makanan sudah jadi, tinggal dipilih, masuk keranjang, dan dibayar di kasir yg tersedia di setiap konter. Atau buat makanan yg sudah ada label harganya, pembayarannya bisa digabung dan dilakukan di kasir manapun di daerah tersebut, termasuk kasir supermarket, meskipun makanannya berasal dari berbagai “warung”.

Tempat duduk juga tersedia, tapi jumlahnya ga sebanding dengan jumlah konter dan pengunjung. Tapi aku yakin ketiadaan tempat duduk kosong dan/atau panjangnya antrian ga akan mengurangi nafsu belanja atau makan karena selain ragamnya, bentuk dan penampilannya mengundang banget, ditambah lagi harga yg bersahabat dibanding resto Jepang kebanyakan.

Soal menu, apapun yg kamu cari aku yakin ada di sini, kecuali ramen dan kare. Dari yg umum seperti sushi, sashimi, yakitori, don, tempura, takoyaki, okonomiyaki, gyoza, udon sampai yg ‘antik’ seperti onigiri, hambaagu steak, cabbage roll, mochi ice cream. Di tambah lagi ayam panggang sampai pizza. Lengkap deh pokoknya. Dari segi rasa juga dijamin puas! *kok gue jadi promosi? haha* Dari pelbagai makanan yg udah kulahap, hanya takoyaki dan gyoza yg kurang. Bukannya ga enak, tapi dengan harga segitu bisa dapet yg lebih enak.

warungbungkus_makanan warungbungkus_hambaagu
[kekalapan yg berhasil diabadikan sebelum masuk perut 😂]

Antrian paling gila tentunya bagian sushi. Antriannya bisa mengular sampai tiga baris lebih! Ga kaget sih, secara harganya murah banget — 3 ribu untuk yg tanpa stiker (umumnya yg terbalut rumput laut), 6 ribu untuk yg berstiker kuning (nigiri kebanyakan) — pilihan banyak, ukuran standar, irisan daging yg kenyal dan lumayan tebal, topping yg melimpah, serta kualitas prima. Kalau malas ngantri, bisa menyusuri jejeran paket sushi/sashimi di estalase sebelahnya. Harganya ga kalah bersaing — 8-piece california salmon roll, 6-piece unagi nigiri 39.8K; 10-slice salmon sashimi 59K; 10-slice tuna sashimi 75K; 18-piece sushi set di bawah 100K — dengan kesegaran, warna, dan pola yg menggiurkan. Tiap kali ke sini pasti pesta sushi/sashimi 🙂

Menu favorit berikutnya adalah okonomiyaki (29K) dan hambaagu steak (25K kalau ga salah). Okonomiyakinya salah satu yg paling enak yg pernah kucoba. Porsi besar, saus dan topping melimpah, adonannya pas — ga keras, ga benyek, ga lengket di gigi. Untuk isian banyakan kolnya, tapi rasanya top! Soal hambaagu aku ga banyak perbandingan, tapi ini enak. Perpaduan antara empuknya daging sapi dengan baluran saus dengan keju setengah meleleh di tengahnya tuh juara deh. Makan satu rasanya ga cukup.

warungbungkus_matchaconeOh ya, satu aja yg perlu diperhatikan: semua plastik, peralatan makan, dan kecap shoyu di-charge terpisah, jadi kalau pelit ga mau repot, bisa siapin dari rumah masing-masing yaa~ hehe.

Perhentian selanjutnya: dessert! Dari beberapa opsi yg ada (antara lain soft cream, soft pudding, kue-kue-an, dan mochi ice cream), yg udah kucoba adalah matcha soft ice cream. Jujur rasa matcha-nya kurang nendang — lebih dominan susu — tapi dari segi porsi (padat, tinggi, penuh ke dasar cone) dan harga (10 ribu sahaja) sih susah ditandingi.

Daaan ada stall yg jual portugese egg tart! Udah lama ga makan egg tart, terus pas nyicip testernya, alamak teksturnya krispi di luar lembut di dalem, serasa lumer di lidah — argh, menggoda iman banget! Apa daya akhirnya beli juga… berhubung ga tau kapan bakal balik lagi.

Ternyata Golden Egg Tart Bakery ini punya outlet di dua mall di Jakarta. Harga satuannya sekitar seribu lebih murah dari yg di AEON (10.5K), tapi menurut papa, durian egg tart-nya beda jauh. Yg di AEON, bau dan rasa duriannya cukup kuat; yg di Emporium ga kentara sama sekali. Kecewa sih dengan perbedaan kualitas. Aku yg benci durian aja bisa makan yg kedua, jadi pecinta durian, you know which outlet to buy from. (Atau kalau mau yg lebih mantap lagi, durian puff-nya Taste Better.) Bakery ini juga menjual traditional egg tart (tanpa lapisan karamel bakar di atasnya), cheese tart dan variannya tapi yg top markotop sih portuguese egg tart-nya. Yg lainnya kurang; chocolate and almond tartnya sedikit kering, gampang hancur, dan dari segi rasa ga istimewa.

warungbungkus_p-eggtart warungbungkus_eggtart

Petualangan belum selesai. Supermarketnya juga jago banget bikin kita impulse buying. Banyak produk yg jarang ditemui di dalam kota, terutama di bagian makanan instan. Aku pribadi sih jarang mengonsumsi makanan kaleng, instan, olahan, atau siap saji, tapi kalau yg terpampang itu bumbu makanan yg selama ini cuma bisa dilihat di dorama Jepang (hayashi rice, misalnya) atau varian ramen yg belum pernah kulihat sebelumnya dan dipenuhi huruf kanji pula, gimana ga lapar mata cobaaa. Hiks.^

Tapi yg paling bikin excited adalah DI SINI ADA SAMYANG! BANYAK! Yg varian hot chicken ramen, yg susah banget ditemui akhir-akhir ini! Di postingan awalku, banyak yg komen kalau mie ini dijual di Lotte Mart atau K-mart daerah Wijaya, tapi bagi yg udah desperate pengen nyobain tapi ga ketemu-ketemu juga, kalau lagi main ke AEON Mall bisa mampir ke supermarketnya. Harga satuannya Rp 17.800,- which isn’t too bad secara sekarang harga mie instan Korea berada di kisaran segitu.

Habis keliling, makan, dan belanja, pasti haus dong? Di sini juga ada green tea botol yg oke banget. Oi Ocha namanya. Kelebihannya: tanpa gula tambahan dan ada rasa bakarannya gitu. Kurang apa lagi coba?

Mari kalap~

dsc_2013 dsc_2014

_
N.B.
Selain Waroeng Boengkoes, AEON Mall juga menyediakan 2 food court lainnya: Food Culture di lantai G yg juga menawarkan beragam makanan Jepang dengan suasanya yg lebih tenang, dekor ciamik, serta harga premium; dan Food Carnival di lantai 3 dengan jajaran restoran yg namanya sudah familiar.

*) “Little Tokyo” di kawasan Blok M
^) Kalau sudah dicoba semua, nanti aku review deh. Ada yg tertarik?

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s