Posted in Citizenry

Mengurus perpanjangan SIM (& STNK) di Gerai Samsat

Ternyata prosesnya amat cepat, mudah, dan ga berbelit-belit. Dari awal masuk sampai keluar dengan kartu baru memakan waktu kurang lebih 30 menit. Tanpa bantuan calo.

Bisa jadi kelancaran ini dikarenakan aku datang di hari kerja dan saat itu kondisi gerai tidak terlalu ramai, tapi seingatku prosedurnya jauh lebih jelas dan ga seribet dibanding waktu mengurus perpanjangan SIM di Polres Metro Jakarta Selatan lima tahun lalu. Meski aku mampir ke gerai di Lippo Mall Puri, seharusnya Gerai Samsat di lokasi lainnya akan menerapkan tata cara yg sama.

Gerainya sendiri terletak di lantai basement, bisa dicapai dari zona parkir atau dari dalam mall (lewat eskalator yg berada di dekat Electronic City, lantai LG). Ruangannya cukup luas dan terbagi menjadi jadi 2 bagian: kiri untuk SIM, kanan untuk STNK. Perlu dicatat bahwa gerai hanya melayani jasa perpanjangan SIM, yg sudah bisa dilakukan beberapa bulan sebelum habis masa berlaku, karena kabarnya apabila sudah lewat (meski hanya sehari), SIM dianggap hangus dan kita harus mengurus pembuatan baru. Lebih baik pagian daripada telatan, toh?

Begini alurnya:

  1. Isi formulir yg disediakan (apabila ada yg kurang jelas atau dimengerti, bisa ikuti contoh yg ditempel di dinding di atas meja pengisian),
  2. Berikan formulir yg telah terisi lengkap kepada petugas yg berada di bagian SIM,
  3. Berkas akan dicek, lampirkan SIM lama dan 2x fotokopi KTP,
  4. Cek kesehatan: tes buta warna dan ketajaman mata (biaya Rp 25.000,-)
  5. Pindah ke meja sebelahnya untuk penjelasan singkat mengenai Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (biaya Rp 30.000,- berlaku untuk 5 tahun), kita akan mendapat kartu kuning bernomor,
  6. Tunggu di kursi yg disediakan sampai nama dipanggil,
  7. Petugas membacakan data kita (nama, alamat, tanggal lahir, dll), apabila semua sudah benar,
  8. Foto, cap jari di scanner, tanda tangan di mesin digital yg disediakan,
  9. SIM dicetak (biaya Rp 80.000,-)
  10. Selesai! Sudah boleh pulang 🙂

Total biaya SIM A = Rp 135.000,-
Jam operasional = cek di sini.

Satu aja kekurangannya: hasil cetakan SIM kurang sempurna. Ada 2 garis horizontal putih di kartuku. Tipis sih, tapi membuat kartu, foto, dan data tidak sempurna. Foto juga diambil dari dada ke atas, ga seperti foto identitas kebanyakan yg hanya mengambil bagian wajah.

Tambahan:
Prosedur perpanjangan STNK juga sama mudahnya: cukup lengkapi formulir yg ada, lampirkan fotokopi STNK, BPKB, KTP pemilik kendaraan beserta aslinya. Kita akan mendapat rincian dan total biaya yg harus dibayarkan di kasir di sebelahnya, kembalikan bukti pembayaran ke meja pengumpulan formulir, tunggu sampai nama kita dipanggil. Simpel, ‘kan?

Waktu tunggu lebih lama karena antrian lebih panjang. Satu lagi, menurut petugas yg melayani kami, perpanjangan STNK di Gerai Samsat bisa diurus oleh anggota keluarga yg beralamat sama dengan pemilik kendaraan (cukup menunjukkan kartu identitas). Menurut orang tuaku, memperpanjang STNK melalui Drive Thru jauh lebih cepat, tanpa harus mengisi formulir, tapi harus membawa kendaraan yg STNK-nya hendak diperpanjang. Plus minus lah 🙂

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s