Posted in Foodie

Chitato rasa Indomie: apa jadinya?

Dobel MSG tentunya XD

Sudah menjadi rahasia umum bahwa makanan ringan dan mie instan mengandung kadar garam dan MSG yg terbilang tinggi. Alhasil, kebayang dong apa jadinya kalau keduanya digabung? Haha.

DSC_1427 DSC_1428

Bagi yg suka menyantap mie instan berkerupuk makanan ringan, terutama penggemar Chitato dan Indomie, Chitato rasa Indomie goreng bisa jadi kombinasi maut. Makanya sejak isu varian rasa ini berembus di media sosial, banyak yg antusias meski tak sedikit yg skeptis. Awalnya sih aku biasa-biasa aja nanggepinnya, tapi begitu pihak Indofood mengonfirmasi kebenaran hal ini, aku jadi penasaran juga apa rasanya jika kedua produk tersebut di atas digabung — belum tentu dua makanan enak dicampur akan jadi 2x lipat enaknya, kan?

Rasa penasaran makin memuncak karena ini barang susah banget didapetnya! Katanya sudah akan beredar di pasaran mulai pertengahan Februari, tapi dicari dari supermarket sampai minimarket di banyak tempat yg kebetulan dilewati, selama berminggu-minggu, hasilnya nihil. Ada yg bilang ketemu di Indomaret (entah apakah memang hanya dijual di sana?), tapi di gerai sekitar tempat tinggalku, varian rasa ini ga ada juga! Bikin esmosi ga sih?? Banyak memang yg jual online, tapi secara cuma mau coba sebungkus, jatohnya jadi mahal karena masih harus bayar ongkir. *pelit tingkat dewa*

Makanya, bayangkan betapa bahagianya saya ketika kemarin lagi jalan di mall dan tak sengaja melihat si dia terpampang di salah satu stand yg menjual camilan. Walaupun ngeliatnya dari jauh, aku yakin itu pasti snack yg kucari-cari — bungkusnya yg berwarna putih berselimut merah cukup ngejreng di mata. Di kepala langsung terdengar “Ak. Hir. Nya. Ku menemukanmu…” Harga jualnya memang lebih tinggi dibanding yg tertera di klikindomaret (Rp 7.700,- berat 55 gram) atau yg dipasang di toko online (sekitar 8~12 ribu), tapi dilihat dari segi beli eceran dan ga perlu nunggu kiriman lagi, harganya masih terhitung wajar lah.

Terus, rasanya?

DSC_1429

Begitu dibuka, wangi Indomie goreng yg khas banget itu langsung menyergap hidung, walau ga semerbak versi mie instannya yg bisa tercium dari radius beberapa meter sekalipun, apalagi dalam ruangan ber-AC. Begitu masuk mulut, aroma khas tersebut masih terasa, namun hanya bertahan 1~2 detik kemudian hilang sama sekali. Yg tersisa tinggal rasa kentangnya. Seperti yg bisa dilihat dari foto di atas, kepingan-kepingan bergelombangnya tidak penuh berlumuran bumbu (atau mungkin warna bumbunya mirip warna si kentang? Maaf, mata saya sudah minus), jadi meski tetap ada rasa asin, gurih, dan sedikit pedas (mirip bumbu bubuk Indomie), secara keseluruhan rasanya kurang nendang. Masih lebih berasa kentangnya daripada Indomienya.

Tetap lebih mantap makan mie gorengnya sih, lebih ngenyangin juga (duh).
(…mungkin akan lebih mantap lagi kalau Indomie goreng dimakan dengan Chitato Indomie…?? *Awas MSG pangkat tiga*)

Tapi, buat kamu yg sedang mencari camilan jenis baru, atau buat yg masih belum beli tapi penasaran pengen nyicip, Chitato rasa Indomie ini boleh dijadikan alternatif pilihan. Ga terlalu istimewa sih buatku, but it is not bad 😉

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s