Posted in Off Topic

AEON Mall BSD City: one-stop service for your smart living

Kalau Lotte Shopping Avenue disebut-sebut sebagai Mall Korea di Jakarta, maka AEON Mall adalah Mall Jepang di kawasan BSD. Nama AEON sendiri ga asing di telinga berkat Arashi (dan segmen Mannequin5 SP-nya yg epic banget). Bagi yg kurang familier, AEON merupakan pengembang pusat perbelanjaan serta grup ritel terbesar di Negeri Matahari Terbit *nyontekinfodariwebsitenya*

Yg menarik bukan nama atau konsep one-stop servicenya, melainkan 1) “standar kualitas Jepang, termasuk pelayanannya”, 2) beragamnya pilihan kuliner, terutama yg berasal dari Negeri Sakura, dan 3) banyaknya toko dan restoran yg baru akan membuka cabang pertamanya di Indonesia. Masa ga ada satupun dari tiga hal di atas yg bikin kamu penasaran?

Poin pertama jelas ambisius dan bukan sesuatu yg mudah dicapai, diterapkan, dan dipertahankan secara kita tentunya pernah denger seberapa mendunianya kualitas hospitality dan customer service di sana. Terlebih lagi belakangan ini mereka sedang giat-giatnya menekankan dan menjual konsep “omotenashi” — gampangnya, hospitality gaya Jepang. Meskipun belum pernah mengalami secara langsung, dari artikel yg kubaca dan video yg kutonton tergambar jelas betapa tinggi, baik, detil, dan sopannya kualitas pelayanan mereka. Kalau pihak pengelola bisa memastikan dan menjaga standar yg sama sih bagus banget, jadi kita ga perlu jauh-jauh untuk merasakan dan menikmati barang dan jasa kualitas Jepang.

Poin kedua dan ketiga bisa dibilang sebelas duabelas. Buat aku yg gemar wisata kuliner dan menyukai makanan Jepang, terutama ramen, cukup ngebaca kalau AEON Mall dilabeli destinasi/surga pecinta kuliner Jepang aja udah bikin penasaran, ditambah lagi info kalau 25 dari 47 tenant asal Jepang (dari total 280) baru pertama kali buka di Indonesia. Tapi yg bikin ngebet adalah adanya Ramen Village yg memuat 7 kedai ramen ternama yg sebagian baru masuk ke sini. Makanya, meskipun lokasinya terbilang cukup jauh dari tempat bermukimku di Jakarta Barat, tak bela-belain dateng deh. Demi, demi 😂

DSC_0922 DSC_0935

Lokasinya sendiri persis di seberang gedung Swiss German University (SGU) di Jl. BSD Raya Utama. Perjalanan melalui Alam Sutera dengan kecepatan sedang dan keadaan lalu lintas lancar memakan waktu sedikit di atas satu jam, melewati Eka Hospital, The Breeze, Froggy (yg bentuknya seperti istana), dan Indonesia Convention Exhibition (ICE). Bangunannya berbentuk kotak-kotak dan melebar ke samping, bukan tinggi ke atas karena hanya terdiri dari 3 lantai. Sepintas tidak terlihat terlalu besar, kurang lebih seperti Mall Alam Sutera, tapi pas dikelilingin lumayan juga.

Meski baru grand opening tanggal 30 Mei kemarin, kurang lebih 90% tenant-nya sudah beroperasi; yg belum antara lain: Uniqlo, H&M, Muji, dan Food Culture (food court dapur terbuka dengan nuansa modern Jepang). Bagi yg dateng khusus untuk makan (kayak gue, haha), di lantai dasar ada Café Street yg outdoor; di depan Food Culture ada sederetan restoran Jepang dengan menu seperti soba, kushiyaki, BBQ, serta beragam bento; di depan supermarket AEON juga terdapat satu blok gerai permanen (Warung Bungkus kah namanya?) yg menawarkan aneka jajanan siap saji ala Jepang, India, dan Indonesia, termasuk minuman dan dessert. Surga kuliner berlanjut di lantai 3: food court Food Festival dan tentunya Ramen Village.

DSC_0929

Dari 7 kedai ramen yg ada, hanya Tokyo Ramen Tabushi dan Hakata Men-oh yg namanya familier — ternyata yg baru hadir di Indonesia hanya Ebisoba Ichigen dari Sapporo dan Kanbe* meskipun Ramen Nagi Universal Noodle, Kazan Ramen, dan Seirock-ya terdengar asing di telinga. Bagi yg ingin makan ramen halal, bisa coba Ebisoba Ichigen yg kuahnya berbahan dasar udang atau Seirock-ya yg berbahan dasar ayam.

Pas aku ke sana, Nagi, Kazan, dan Kanbe belum buka, sedang Tabushi udah pernah coba (not my fave), jadi pilihannya tinggal Ebisoba Ichigen atau Hakata Men-oh yg sama ramainya. Biasanya, yg kujadikan tolak ukur patut dicoba engganya restoran non-lokal tertentu adalah banyaknya orang dari negara tersebut yg makan di situ; saat itu, lebih banyak yg ke Hakata Men-oh maka masuklah kami ke situ, haha. Berhubung ini jenis Hakata, sulit untuk ga dibandingin sama Hakata Ikkousha yg masih menempati posisi atas ramen favoritku. Entah mana yg lebih asli karena rasa keduanya beda jauh; kuah ramen Hakata Men-oh jauh lebih encer dan minim rasa. Mungkin karena aku terbiasa akan Ikkousha dan Ikkudo yg sama-sama ‘kental’ dan nendang banget rasanya kali ya, jadinya yg ini ga istimewa…

Mienya tipis tapi ga lembek, tapi poin plus utamanya ada di chashunya yg berpotongan cukup tebal dan berpola tegas. Apalagi yg disajikan untuk Chashu-don, setengah dibakar gitu, dan bumbunya mantap. Berasa banget! Gyozanya dapet 7 potong, juicy sayang kurang rasa, tapi kalau dimakan pake sausnya sih jadinya not bad.

DSC_0928 DSC_0926 DSC_0927 DSC_0924
[miso ramen 75K, ramen 50K, gyoza 40K, chashu-don 40K. Pirikara ramen 65K warna kuahnya mirip miso, tapi pedas di leher. Hati-hati nyeruputnya ya~]

Di samping banyak pengunjung orang Jepang, aku juga kerap melihat staf-staf lokal disupervisi oleh orang Jepang — kemungkinan besar untuk menjaga kualitas. Terlepas dari hal ini, aku ga ngerasain nuansa Negeri Sakura yg kental di situ. AEON Mall ya jatuhnya sama seperti mall-mall lainnya, hanya dengan ragam pilihan kuliner Jepang yg lebih banyak.

Meski demikian, satu hal yg membuatku terkesan adalah toiletnya. Eits, jangan berharap kamar kecilnya dilengkapi toilet canggih penuh tombol seperti di negara asalnya, tapi untuk ukuran dalam negeri dari segi ukuran, penataan, dan pembagian bilik terbilang oke punya.

Pertama, ukuran secara keseluruhan cukup luas. Biliknya ada di 4 sisi, di tengah-tengah adalah wastafel dengan berbagai tinggi sehingga nyaman digunakan oleh anak kecil sekalipun. Bahkan disediakan urinal kecil berposisi rendah yg khusus ditujukan buat anak cowok yg suka dibawa mamanya masuk ke toilet cewek😁 Meski dispenser sabunnya ga otomatis (yg di dalam department store baru pake sensor), hand dryer yg ada adalah tipe ‘celup’/vertikal jadi tangan lebih cepat kering dan ga buang-buang tisu. Kedua, ada ruang makeup bagi para ladies yg perlu touch-up; tempatnya terang, berkaca besar, dan berdekor lucu. Alamat jadi selfie corner dan bikin kita betah lama-lama ngaca ini mah😅 Ketiga, WC-nya ga (atau belum?) bau! Keempat, ada sofa di depan toilet buat nunggu.

DSC_0931 DSC_0933

AEON juga memiliki bakery sampai department store sendiri yg menjual pernak-pernik, alat tulis, sampai peralatan rumah tangga. Lengkap deh pokoknya! Satu hal yg perlu diperhatikan, meski toko dan restoran sudah beroperasi penuh, metode pembayaran kebanyakan hanya bisa cash only karena mesin EDC belum terpasang. Jadi, siapkan uang tunai lebih sebelum datang atau silakan tarik dari ATM center yg ada di beberapa titik di dalam mall bila dana menipis, hehe.

Cape keliling mall, aku mutusin untuk beli Crepe Signature sebagai camilan. Tadinya mau Eggo Waffle, tapi rame dan males nunggu lama, ternyata nunggu mas-masnya bikin dan ngebentuk crepe-nya jadi bentuk kipas juga ga kalah lama. Nunggu 5 nomor, dapetnya sekitar 30 menit kemudian. Crepe-nya sendiri cukup tebal, tapi karena bentuknya lebar begitu, makannya jadi rada repot ya…

Namun, yg paling bikin seneng adalah penemuan earphone pad ini di Daiso. Ga suka tipe in-ear (ga nyaman banget! meski fitur noise-cancellingnya lebih oke) tapi dukanya pake tipe jadul adalah bantalannya cepet rusak dan gampang ilang. Udah gitu susah banget kan nemu yg jual pembungkusnya doang, kalau yg buat headphone sih masih ada. Makanya, pas ngeliat ini di Daiso bahagia banget. Bahannya ga kasar lagi! Cuma warnanya aja rada ngejreng, ga ada yg warna hitam semua😢

DSC_0934 DSC_0940
[chocolate crepe 13K — sekadar referensi, kalau pakai nutella 21, ovomaltine 31; earphone pad 25K]

Meskipun cape dan gempor keliling mall, rasanya masih kurang puas karena tenant-nya belum 100% buka. Terus juga ga kebagian sushi seharga 3~6 ribu per buahnya di sektor depan supermarket karena mesin pendinginnya bermasalah (baru buka beberapa hari sudah mulai bermasalah??) jadi antriannya ditutup sementara. Mungkin ga akan balik lagi dalam waktu dekat karena faktor jarak, maybe setelah Food Culture and Uniqlo buka, atau pas kepengen nyobain ramen/restoran baru lainnya. Yg pasti bakalan ngecek review dulu biar ga kecele dua kali😉

_
*) for more info of the mall, concept, and tenants, check the news release here. Why on earth did i not find it before i went there??? AR@&#^$(@#GH

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s