Posted in Commentary, Drama Series

Nic & Mar: kesan pertama

“Ini kisah perjalanan tentang dua orang yang tidak mencari, tapi menemukan.”

Masih inget dong ketika LINE membuat heboh media sosial (dan masyarakat pada umumnya) dengan meluncurkan AADC 2014 akhir tahun lalu? Sekian banyak meme bertebaran hanya dalam hitungan menit dan jam setelah videonya dirilis, mulai dari yg garing sampai kocak abis. Hingga saat ini, mini drama berdurasi hampir 11 menit itu telah ditonton hampir 5.5 juta kali. Seolah tahu kalau we can never get enough of Nicholas Saputra, LINE kembali menghadirkan Nico sebagai pemeran utama di serial mobile drama yg episode perdananya diunggah siang ini, Nic & Mar.

Do i wish it were a(nother) series on AADC instead? Well, not really. The AADC one is pretty recent so the memory is still fresh, and that 2014 version offered enough closure (albeit yet again an open ending one) for those who had been hoping to see Rangga come back to Cinta after all this time… so that shall do. For now.

Meskipun demikian, ga bisa dipungkiri kalau episode pembuka Nic & Mar memberikan rasa yg sebelas-duabelas. Mungkin karena sama-sama mengambil setting luar negeri kali ya. Terus dari segi tone dan pengambilan gambar juga banyak kemiripannya. Tim produksinya samakah? I mean it in good faith though. I like the contemplative tone, the lingering shots, the poetic narrations… not to mention the gorgeous leads and pretty cinematography.

nicmar1_03

Episode 1: “Bonjour, Paris!”

Paris, Winter 2015. Nic & Mar bercerita tentang dua mantan kekasih yg kembali bertemu setelah sekian lama berpisah. (Rangga dan Cinta banget ya?? XD) Ga tanggung-tanggung, di kota romantis Paris pula! Alamat CLBK ini mah~ Pertemuan keduanya amat dimudahkan oleh aplikasi LINE tentunya, yg untungnya kali ini ga ditampilkan terlalu ngiklan banget.

Belum banyak yg terjadi di episode pertama, baru tentang pertemuan dan interaksi awal keduanya. Yg menarik, kedua karakter di sini dinamakan sesuai nama pemerannya (is there any hidden agenda??). Adegan-adegannya berjalan santai, obrolan keduanya juga ringan, layaknya apa yg diomongin dua teman yg udah lama ga ketemu. Saking natural dan nyamannya Nic dan Mar, ini ga berasa drama, tapi lebih ke arah acara wisata terselubung karena kita kayak ngikutin mereka berdua jalan-jalan di Paris.

That’s about it. Belum banyak yg bisa digali. But, so far so good. Dengan durasi sekitar 6~7 menitan per episode setiap Kamis dan Jumat (total: 7 episode), Nic & Mar bisa dijadikan tontonan singkat yg memancarkan kehangatan menjelang akhir minggu.

“Terima kasih untuk kehangatan yang kamu berikan… dalam secangkir kopi, sepasang sarung tangan, dan senyuman.”

Advertisements

One thought on “Nic & Mar: kesan pertama

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s