Posted in Journal

Too…

…principled, upright, idealistic and ethical.

That would be the words to describe me (especially) at work. Yunno, sometimes the me on and off work is not nearly identical, ha! Anyway, it isn’t as if I’m just aware of this just now, but I’ve been told quite a few times recently that I am just too ‘straight’, which isn’t really a good perspective to have in this damned world.

I by no means aim to be the saint or anything; it’s just how I approach things. Like how peeved I was when told that I should’ve never expected life to be fair. Or read countless articles stating the best thing to avoid disappointment is not to expect anything from anyone. Life is NOT fair and expectation TENDS to fall short, but don’t tell me not to, because it’s like saying “don’t dream/hope; it won’t happen.”

Likewise, being nice to others and treating others with respect is a given. However, I do expect it to be somewhat quid pro quo. Very much like the law of nature—what goes around comes around; you reap what you sow. So, when you’re being trashy… well, you ask for it.

But I digress…

Because… you see how well-off someone appears to be, then you learn their business practices or the means to reach that coveted status… suddenly they don’t look as respectable anymore. You look around and everybody else is taking similar path. I don’t believe that people with simple and honest mindset don’t stand a chance. There are ways to make and earn more money without resorting to manipulative and unscrupulous methods, or keeping what’s not yours. Who doesn’t wanna be rich? I do, but I prefer to achieve it the proper way.

After all, I’m merely doing what’s morally correct, according to own judgement of course. And while I could rebuke those whose doings don’t fall in line with mine, I won’t go as far as calling them full of sins. It’s up to one’s interpretation and belief; I won’t mess with that. Nevertheless, I feel that one’s free to judge another when s/he is not guilty of that very assessment. I.e. you can’t justifiably call out other’s mistake when you’re also making that mistake. Anyway, I believe that everything starts from self. You can’t change others when you fail to show them you’ve done it yourself. Lead by example; action speaks louder than words. That what matters. For me.

Let me end this with an opinion article on Kompas titled “We only live once.” Let that resonate.

“Hidup cuma sekali aja kenapa mesti dibuat susah sih. Dinikmatin aja.”

Susah itu Nanti
[…] Kalau situasi itu begitu nyamannya, semua dalam keadaan terkendali, mulut ini mudah sekali mendendangkan suaranya, tanpa berpikir kalau semua perbuatan itu ada risikonya. Susah itu tak akan bisa dirasakan ketika semuanya berjalan lancar. Terlintas di kepala saja tidak. Susah itu nanti, belakangan datangnya, ketika yg dianggap tak susah ternyata terjadi.

Menurut saya, seorang koruptor itu tak akan pernah merasa susah dan tak akan berpikir risiko yg akan ditanggungnya saat ia melakukan tindakan itu, saat semua bisa terkendali. […] Padahal menurut pengalaman saya, bahaya terbesar yg pernah terjadi dalam kehidupan manusia, maaf…dalam kehidupan saya maksudnya, adalah ketika situasi superaman dan superterkendali terjadi. Situasi semacam itu tidak menimbulkan keinginan untuk bersikap hati-hati.

Di situasi yg terkendali dan aman itulah saya acapkali berperan sebagai dewa. Saya merasa bisa mengendalikan masa depan. Saya merasa bahwa situasi tidak susah itu akan selamanya tidak susah.

Dalam situasi yg tidak susah itu, saya lupa berpikir bahwa dalam hidup ini senantiasa akan ada harga yg harus dibayar untuk semua perbuatan. Saya lupa bahwa hidup itu seperti roda yg berputar.

Dan kalau pun saya tidak lupa akan ungkapan itu, saya sangat yakin harganya bisa saya “bayar” tanpa harus menjadi bangkrut. Saya bisa berpikir hidup bisa saja seperti roda, tetapi masalahnya, hidupnya siapa dulu?

Hidup saya enggak bakal jatuh. Perhitungan sudah jeli dan tepat. Situasi tak susah itu sungguh tidak melenakan, tetapi membuat pongah. Kepongahan itu adalah sebuah tempat paling subur untuk lahirnya sebuah jamur bernama kejahatan.

Roda
[…] Kejahatan saya adalah bersikap egois dan tidak peduli. Selama saya bahagia, apa peduli saya terhadap orang lain? […] Maka saya sarankan, bergaul itu juga mesti berhati-hati. Memilih teman itu harus jeli. Anda harus peka membedakan teman yg selalu mengantar Anda ke sebuah situasi tidak susah sehingga Anda tidak menyadari kalau mereka sedang menggiring Anda ke tepi jurang, dengan mereka yg senantiasa menjaga Anda agar tidak sampai terdorong masuk ke jurang.

Kalau Anda mencoba menasihati saya di masa saya tidak susah, saya yakinkan Anda tidak akan berhasil. Kalaupun Anda melihat seolah saya menyimak, saya sama sekali tidak menyimak. Itu hanya sebuah aksi agar Anda tidak tersinggung. Setelah Anda meninggalkan saya, saya kembali menikmati hidup yg cuma sekali itu saja.

Dan kalau Anda menegur saya dan menanyakan alasannya, akan ada sejuta jawaban yg akan saya sodorkan ke hadapan Anda. Sebuah alasan yg masuk akal di kepala saya dan tak masuk akal di benak Anda.

Apakah saya peduli kalau itu tak masuk akal di benak Anda? Tentu tidak. Itu mengapa saya bisa dengan ringan berkomentar […], “Hidup cuma sekali aja, kenapa mesti dibuat susah sih. Dinikmatin aja.”

Saat saya dalam situasi tidak susah, tiba-tiba datanglah kesusahan yg tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Saya kaget ternyata kok saya tak bisa memprediksi datangnya kesusahan.

Maka berhati-hatilah dalam hidup yg cuma sekali ini saja. Sebisa mungkin nikmati hidup ini dengan tidak membuat orang lain tersakiti. Sering-seringlah mengingatkan diri Anda supaya tidak pongah kalau hidup itu memang seperti roda dan Anda itu bukan dewa. […]

–Samuel Mulia, Kolom Parodi: “Hidup Cuma Sekali” hal 27, Kompas, 10 November 2013.

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s