Posted in Off Topic

DAMN! I Love Indonesia: nasionalisme, patriotisme?

Ada banyak cara untuk menunjukkan kecintaan pada bangsa dan negara. Hal yg paling mendasar/mudah bisa jadi adalah dengan mencintai dan membeli produk-produk buatan dalam negeri, yg dengan demikian membantu laju pertumbuhan ekonomi lokal, yg berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan rakyat. Itu dari segi konsumen yg konsumtif. Bagi yg jeli, hal ini sangat bisa dijadikan peluang bisnis — sembari menunjukkan kecintaan pada negeri, menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus mengeruk keuntungan finansial. Apa tuh ibaratnya? Sambil menyelam minum air terus nangkep ikan?

Bisa jadi DAMN! I Love Indonesia lahir berkat terendusnya peluang tersebut. Bagi yg belum tahu (cius?!), Daniel Mananta adalah sosok di balik brand ini. Kalau nama yg diusung masih kurang jelas, DAMN! I Love Indonesia dirintis karena kecintaan si empunya pada tanah air serta keinginannya untuk menularkan/menumbuhkan rasa yg sama di diri kaula muda, pangsa pasar clothing line ini, pada khususnya. Hmm, semangat nasionalisme, pikirku… tapi slogannya berbunyi, “Patriotism Never Looked This Good.”

Jadi, nasionalisme atau patriotisme? *bongkar lemari nyari buku PPKn*

Dari beberapa sumber yg berhasil dihimpun, termasuk embah KBBI, definisi keduanya sebelas dua-belas dan karenanya sering nyaru satu sama lain padahal yaa… … intinya, nasionalisme adalah semangat kebangsaan, sedang patriotisme merujuk pada semangat cinta tanah air. Daripada salah kaprah atau parahnya lagi salah informasi, silakan mengeruk informasi sendiri ya untuk lebih jelasnya, because i too have difficulty discerning the two. The way i understand it, nationalism is the wider of the two, with patriotism involves any kind of heroic acts towards defending one’s nation/unity, whatever that may be.

Apapun itu, aku suka ide dan niat di balik bisnis pakaian ini — mempromosikan/mempopulerkan (kembali) kultur lokal, supaya generasi muda bisa lebih mengenal, mencintai, dan menghargai akar budaya sendiri. And above it all, it is all about fashion items with a statement. Cool, huh?

That said, the brand name doesn’t really click with me. Bukannya apa-apa, tapi “damn” sendiri bukanlah kata yg biasa diasosiasikan dengan sesuatu yg positif. Kalau diletakkan di belakang “I” bolehlah dianggap sebagai penekanan (intensifier), tetapi kalau di depannya… konotasinya negatif, kontradiktif.

Kedua, soal label. Meskipun Central Park lokasinya tak jauh dari tempat tinggalku, aku termasuk jarang mampir ke sana (cari parkirnya ribet, euy!). Jadi, cukup kaget melihat banyaknya store-store/restoran-restoran ‘baru’ pas ke sana tanggal merah kemarin. Salah satunya ya toko DAMN! I Love Indonesia ini. Nama sih sering denger, logo juga familiar, tapi belum pernah ngeliat langsung produk dan kualitasnya seperti apa. Penasaran, ya mampir lah saya ke toko yg terletak di Lt 1 tersebut.

Since it is about urban street wear, the selections and fabric quality are kinda expected. It does offer more than just a wide range of printed tees; items like jeans, jackets, hoodies, and backpacks are also available in store. However, when it comes to design, i gotta admit that i’m not at all impressed by it. The tees are plain-looking, uni-colored round-collared t-shirts with the brand name conspicuously emblazoned the front or back. I didn’t try any on, but by the feel of it, the fabric is light, thin, and (duh!) made in Indonesia.

It might be style proclivity or purchasing power, i was surprised to see the pricetag — slightly below or above 200K for a tee??? Or 350K for a jacket is just… Not that i expected it to be tagged below 100K, but… Okay, i was strolling inside a luxurious shopping mall i shouldn’t have been that surprised. It isn’t apple to apple, but i could get a casual dress at UNIQLO, a sleeveless top at H&M, or a work shirt at The Executive for approx. 200K, a comparable zip-up jacket or hoodie at UNIQLO for 249K, two items at Cotton On for 300K. You get the idea, right?

Pendek kata, harga yg tercantum melebihi apa yg kubayangkan. DAMN! I Love Indonesia mungkin tidak sebanding dengan nama-nama lain yg disebut di atas karena selain buatan lokal (yg bukan berarti kalah secara kualitas loh ya), skala produksinya juga tidak sebesar mereka sehingga harganya kalah bersaing. Terlebih lagi, menurutku DAMN! I Love Indonesia lebih ke arah butik sih…

Selain dikenakan sebagai fashion statement, produk2 DAMN! I Love Indonesia sangat bisa dijadiiin suvenir. Kan udah biasa tuh kaos-kaos bertuliskan “I ♥ [insert city/country here]”, nah kalo kaos-kaos bertuliskan “DAMN! I Love Indonesia” lengkap dengan bendera merah putih dan burung garuda atau berhiaskan kultur, tokoh-tokoh khas Indonesia macam Si Unyil, Pak Ogah, dan Pak Raden plus kumisnya, jatuhnya jauh lebih keren, dong?

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s