Posted in Citizenry

Paspor one-day service… beneran satu hari jadi?

Setelah bercuap-cuap panjang lebar mengenai e-paspor di post sebelumnya (kegunaan dan opiniku dalam hal ini), mari kita bahas proses pembuatan paspor (reguler) menggunakan jasa one-day service berdasarkan pengalaman yg saya alami baru2 ini.

Jasa ini tidak diperuntukan bagi pemohon baru, melainkan untuk perpanjangan saja. Prosedurnya sendiri sih cukup simpel, cuma pada kenyataanya ya… tau sendiri lah ya gimana indo. Katanya bisa apply online, tapi dicoba beberapa kali pada 2 hari yg berbeda ga berhasil tembus. Ga jelas kenapa tapi pas milih tanggal tulisannya “data tidak ditemukan.”

Bete ga sih udah cape2 ngisi data diri selengkap dan setelitinya plus upload dokumen yg diperlukan (yg perlu discan ulang karena hanya bisa diterima dalam bentuk jpeg) terus ada yg udah cape2 discan tulisannya “kualitas gambar kurang jelas/bagus” (scan ulang lagi~) cuma untuk dapetin kenyataan kalo tanggalnya ga bisa keluar!? Dicoba kanim barat ga keluar, pusat juga ga bisa. Coba2 milih yg Selatan eh bisa tuh (jauh ajee~).

Karena lewat website resmi ga sesuai harapan, ‘terpaksa’ deh ngurus secara manual dan dateng langsung ke kanim yg dituju. Sampe sana jam 8 lewat tapi yg ngantri udah bejibun. Ada 2 ruangan tertutup di kiri dan kanan dan tanpa informasi yg jelas kita ga akan tau harus menuju ke mana. Malu bertanya sesat di jalan, tentu yg didatengin ya meja informasi di ruangan kiri.

Langkah-langkah proses aplikasi paspor:

Step 1: minta formulir di salah satu loket di ruangan tsb.
Step 2: isi yg lengkap terus/sambil ngantri di loket di depan ruangan kanan.
Step 3: serahkan formulir tsb beserta kopian data yg dibutuhkan (KTP, KK, akta lahir/nikah, paspor lama) semuanya di kertas ukuran A4. Siap2 bawa yg asli karena bisa diminta di sini.
Step 4: ambil no. antrian untuk bayar dan wawancara di layar sentuh di dekat pintu masuk ruangan kanan dengan mengisi kolom nama dan tanggal lahir.
Step 5: duduk manis di kursi yg disediakan sampai no. giliran dipanggil untuk 1) bayar dan 2) wawancara, ambil sidik jari dan foto. Dokumen asli dibawa masuk karena bisa diminta lagi sama petugasnya.
Step 6: diberikan slip pengambilan paspor. Silakan ambil berdasarkan waktu yg telah ditentukan. Oya, slip pembayaran juga bisa diminta saat pengambilan (ga jelas buat apa).

Di papan penunjuk step-by-step urutan pengurusan paspor jelas2 tertulis hitam di atas putih for everyone to see kalau paspor akan jadi dan bisa diambil pk.15-16 pada hari yg sama bila setelah proses foto sebelum jam 12 hari itu. Kenyataannya? Hahaha. Beat me. Aku dapet no. urut 94 dan kelar semua proses di atas +- jam 10 dan diberitahu kalau paspor bisa diambil keesokan harinya. Hal yg sama tercap di slip yg diberikan setelah foto. Lah, bukannya sore itu juga? Katanya kalau sebelum jam 12 bisa diambil sorenya? I asked the officer that and the response remained the same: no, it’s due the next day.

You know what, the problem with service in this country has always been the same: overpromising, underdelivering. (Is it a problem or reality?) Why state something that can’t – or won’t – be done as stipulated which ends up being a disappointment? It might be due to the volume, or the fact that it’s one-day service not same-day service; regardless, it’s always better safe than sorry. It won’t hurt if they state it takes one or two working days to process it rather than saying it could be finished in hours when in fact blah.

Pengambilan paspor baru, persoalan paspor lama

Loket pengambilannya sendiri terletak di depan sebelum sampai ke ruangan kiri-kanan tadi. Datang di jam yg sama keesokkan harinya, respons yg didapat: paspornya belum turun! Silakan coba datang lagi sore harinya jam 3 tanpa bisa memastikan apakah paspornya pasti sudah bisa diambil. Untuk amannya ya datang di hari kerja berikutnya: Senin. Hehehe, funny.

NO! THAT’S UPSETTING! My dad went all the way there on my behalf for nothing!?

So on Monday i asked him to come around 3pm instead of brunch hours to avoid them hedging that it’s still unavailable. Yes, my new passport was ready by then but the old one wasn’t returned to us. We could get the old one if it contains a visa. Which was a lame excuse. (He called me to break that news so i could hear the officer told him, “ini ga ada visanya paaaaakk” dengan nada nyolot.) If you can return the one with visa, why can’t you with the one without? What’s the diff??? It’s always been returned to us, and it’s not new policy whatsoever because my relatives just renewed his and her passes and the old ones were returned to them without much fuss. So why this officer was being difficult? What’s the point of him withholding my old document which would mean nothing to him?

Keesokan harinya aku datang sendiri ke sana. Bukannya keukeuh gimana, tapi ya bisa aja kan petugasnya sengaja cari masalah mempersulit karena bukan aku sendiri yg datang ambil, makanya sampe ditanya bukti slip pembayaran yg katanya HARUSNYA dibawa saat itu. Di loket ambil paspor berdiri petugas laki muda yg dari suaranya jelas petugas yg sama seperti yg ditemui papaku kemarin. Dia tanya atas nama siapa dan begitu dijawab namaku raut mukanya langsung berubah tambah mesem dan bete dan bilang kita perlu bikin surat pernyataan minta paspor lama diambil yg dittd di atas materai 6 ribu dan diberikan ke petugas di dalam bernama Pak OOOO. Kami menuju bagian informasi menanyakan hal yg sama , sekadar memastikan – who has that kind of letter and stamp ready? — dan dirujuk ke bagian belakang lewat ruang wawancara.

Sampailah ke bagian arsip dan bpk yg dimaksud tanya apa paspor baruku one-day service punya dan kapan jadinya. Terus dia tanya apa suratnya sudah ada dan suruh kita beli dulu di toko fotokopi di dekat kantin depan karena itu sebenarnya dokumen milik negara yg ga bisa keluar lagi. So it’s really needed. Ternyata surat + materai sudah tersedia seharga 7500 yg isinya nama, ttl, alamat, no paspor lama, alasan, dan baris untuk ttd. Ga ada kop surat, ga ada yg istimewa kecuali bagian alasan sudah terisi “untuk apply visa.” Setelah mengisi dan menyerahkan surat tsb, paspor lama yg telah digunting berpindah tangan dengan aman tanpa babibu.

Ga ngerti kenapa perlu bikin surat segala karena dulu saat ngurus paspor di kedubes yg lama langsung dibalikin. Dan kalau memang itu dokumen milik negara, harusnya karena alasan apapun susah keluar dong. Masa cukup dengan surat bermaterai langsung bisa keluar? Dan kalau memang paspor lama bisa dikembalikan dengan syarat adanya surat tsb, kenapa kemaren tuh petugas ga ngomong baik2 aja kasih tau kalau kita perlu bikin surat tsb — kan beres dan sama2 seneng. Kenapa harus nyolotin dan adu tarik urat tanpa jalan keluar kecuali alasan kalau pasporku ga bervisa? Ngeselin sumpah.

Aduuh, buat apa lagi sih paspor yg udah ga berlaku dan kadaluarsa? Menuh2in lemari aja deh! Emang iya sih, kalau dipikir2 mungkin emang ga ada gunanya, but who knows? Dan selama bisa disimpen kenapa engga? Mungkin ada baiknya semua halaman paspor lama discan dan disimpan dalam bentuk softcopy supaya ga repot begini…

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.