Posted in Commentary, TV Program

TVI: The Battle week 2

Babak kolaborasi berbalut persaingan kembali dihadirkan di minggu kedua The Battle. Enam ronde kembali disuguhkan, dan sama seperti minggu lalu, kurva dimulai dari titik atas yg menurun ke bawah sebelum berhasil naik sedikit di akhir acara. Ada yg luar biasa bagus, ada yg biasa-biasa aja, dan ada pula yg menyanyi solo. Berikut recap-nya:

1)    Team Glenn: Novan VS Saptoto <Jemu – Gigi>
(“Topi koboi ketemu blangkon.” Dua gaya yg khas dan cukup kontras. Berdiri di balik gitarnya, Novan anteng dan ga banyak gaya. Justru Toto yg berkostum tradisional Jawa lengkap dengan kerisnya yg jejingkrakan di panggung. Keduanya mampu menyinergikan suara dan energi, memberikan nyawa pada lagu Jemu yg diaransemen ulang. Top!)

2)    Team Sherina: Irsan VS Pritta <Buktikan – Dewi Sandra ft Rayen>
(“Gimnastik vokalistik akrobatik.” Yup, sesuai komentar Armand, kita disuguhi vokal yg luar biasa meliuk-liuk di lagu yg tidak familier di telingaku ini. Dari segi suara aku suka suara serak Irsan, tapi meniru kata Randy Jackson di American Idol Season 12, you gotta have moments, dan Prita punya itu saat mampu mencapai nada tinggi dan berimprovisasi di sana.)

3)    Team Giring: Eka Septiana VS Luise <Terjebak nostalgia – Raisa>
(Berdasarkan VTR, Eka seolah underdog di sini, dan mungkin karenanya ia terlihat tegang dan tidak lepas. Namun dibanding suara Luise yg menurutnya powerful tapi menurutku terdengar dipaksakan, suara Eka di panggung jauh lebih terkontrol dan enak didengar.)

4)    Team Armand: Leona VS Vania <Bahasa kalbu – Titi DJ>
(Vania adalah salah satu peserta blind audition yg ‘don’t know why’ – lagu yg dinyanyikannya dengan fals saat itu – bisa lolos. Menurutku suara sengaunya dibuat-buat, bukan karakter. Dan dia jelas underdog karena ia bahkan masih harus di-coach oleh Leona yg notabene-nya adalah teman duet aka saingannya. Di bagian reff, Vania mengambil register bawah yg dua oktaf(?) lebih rendah dari nada Leona dan keduanya tidak bergantian menyanyi di nada atas. Leona begitu mendominasi penampilan seolah dia bintangnya dan Vania backing vocalnya. Ups!)

5)     Team Glenn: Stevie VS Debby <Ku tak bisa – Slank>
(Duet sesama wanita ketiga malam ini yg berakhir datar. Suara keduanya oke dan mampu menggapai nada-nada atas lagu Slank favoritku ini, namun tanpa greget. Kayak karaoke.)

6)    Team Giring: Billy VS Andreas <I won’t give up – Jason Mraz>
(Ga gitu suka lagunya karena terlalu lelet. Mengulang ronde 1, setelan luar jangan dijadikan acuan bagaimana seseorang membawa diri di atas panggung. Billy yg berpakaian formal lengkap dengan dasi jauh lebih rileks dan santai dibanding Andreas yg di-style modis dengan jaket kulit. Gaya Billy tenang dan enak dilihat, sedang Andreas sedikit over-the-top, mungkin ingin membuktikan that he’s worth it. Dan aku setuju dengan komentar Armand, range Andreas lebar dan melengking, tapi suara Billy soulful abies.)

*) Nama yg miring maju ke babak selanjutnya. I only got round 3 wrong.


Kalau minggu lalu selera lebih ditekankan, tema minggu ini adalah kesempatan dan proses. Armand bilang Leona-Vania ga usah ngedengerin komentar negatif Giring yg jujur dan sesuai kenyataan karena “mereka ga tau proses yg kita jalanin seperti apa.” But hey, nobody knows that but the insiders. Dan sekeras apapun kita berusaha agar proses yg kita lakukan dan jalani dilihat dan dihargai, pada kenyataannya hasil akhirlah yg menjadi tolak ukur performa seseorang. Begitu pula babak The Battle ini. Tampilan di atas ring lah yg penonton saksikan dan nilai – and when you did good, good for you; when you did bad, too bad. Dan duet Leona-Vania adalah (salah satu) yg terburuk sejauh ini.

Selain itu, penekanan pada proses apa berarti mereka yg mengalami peningkatan paling besarlah yg dipilih? Rasanya engga, karena coaches masih memilih berdasarkan suara, selera, dan tentunya yg terbaik. Makanya saat Giring menegaskan poin terakhir tapi yg di”bawa ke live show adalah Luise,” aku menganga. Whaaat? Really? Ketiga coaches lain setuju bahwa Eka lebih bersinar malam itu, dan meskipun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan sang mentor, pilihan Giring tetap… He made a wrong decision here. Makanya saat dia komat-kamit sebelum memilih antara Billy atau Andreas, setelah kembali menegaskan akan memilih terbaik dari terbaik, aku juga sibuk komat-kamit, “jangan buat keputusan yg salah dua kali malam ini, please~”

Secondly, I welcome differing or even negative comments. As long as they’re justified. Komentar semacam ini mampu menyuguhkan variasi dan menaikkan ketegangan. Ga semua penampilan bagus dan pantas dipuja-puji, dan ga semua orang satu suara. Juga ga seharusnya pendapat buruk diacuhkan. Ga seru juga kali denger komentar yg bagus melulu sepanjang kompetisi.

Di episode kali ini kita masih melihat Duet Maut Tipe 1 di mana kedua peserta bagus banget sampe pusing nentuin yg lebih baik dan Tipe 2 di mana kedua peserta sama-sama standar siapapun yg maju tak jadi masalah. Selain itu masih ada Duet Timpang di mana terlihat – mm, terdengar – jelas siapa yg lebih unggul. Yg jelas, para peserta TVI harus diacungi dua jempol atas kebesaran hati mereka menghadapi kegagalan – semua menyampaikan rasa terima kasih dan turun ring dengan senyum tanpa sedikitpun menunjukkan raut kekecewaan atas keputusan coach mereka.

Babak The Battle masih bersambung ke minggu depan. PR untuk tim editing TVI: urutan tayang peserta masih harus diperbaiki dan bisa ditingkatkan, karena sejauh ini penampilan-penampilan terbaik terus ditempatkan di awal-awal.

_
Silakan membongkar channel youtube TVI untuk video-video penampilan yg disebutkan di atas.

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s