Posted in Music

“Dia”

Here comes another Val’s day.

Bagi para couple (terutama yg cewek) pasti sekarang lagi siap2 mempersiapkan diri untuk gala dinner nanti malam… bingung mau pake baju apa… atau malah masih bingung mau pergi ke mana? Tapi bagi jombloers tentunya hari ini ya ga ada spesial2nya… 😀

Ahhh…daripada bergalau-galau ria, mending ngomongin topik ringan yg bisa bikin mesem2 yuukk~

Masih seputar val’s day, tahun lalu aku mosting tentang Chocolate Disco-nya Perfume lengkap dengan video link dan liriknya. Kali ini juga ga jauh beda. Terlepas dari stereotip romantis val’s day, deg2annya yg mau nembak (atau yg ngarep ditembak, hehe), momen anniversary jadian yg lumayan banyak jatuh pada hari ini, hari kasih sayang ini tentunya ga terlepas dari pentingnya background music yg passs sama atmosfir yg mau dibangun. Nahh…kali ini aku mau ngebahas tentang lagu berjudul “Dia”.

Biasanya kita selalu merujuk ke lagu2 barat untuk romantic love song. Dan walaupun memang banyak lagu luar yg liriknya romantis abis dan pas dijadiin lagu pengiring momen istimewa, ga sedikit lagu indo yg memiliki aura serupa – walau jauh lebih ngetrend lagu patah hati atau galau atau selingkuh atau sejenisnya dengan lirik yg ngenes abis dan melodi yg mendayu-dayu. Contohnya ya beberapa lagu berjudul Dia yg aku suka.

Entah kenapa lagu berjudul ini nempel aja gitu di telinga. Dan sejauh ini sih lagu yg mengambil judul itu mengagung-agungkan, memuji-muji, menganggap wanita seolah makhluk paling indah di dunia, dsb. Yg bakal bikin meleleh hati yg ngedengernya dan si empunya telinga dengan sukses ngarep someday, someone special will sing/dedicate that very song – whichever it is – to us.

Mulai dari “Dia” karya Maliq & d’Essentials yg juga merupakan soundtrack film Claudia/Jasmine (which still sits atop of Fave Indonesian Movies of All Time):

Dia… seperti apa yg s’lalu ku nantikan, aku inginkan
Dia… melihatku apa adanya, seakan ku sempurna
Dia bukakan pintu hatiku yg lama tak bisa percaya kan cinta
Hingga dia di sini, memberi cintaku harapan…

Lalu ke Afgan yg menelurkan “Dia dia dia” yg upbeat dan keluar dari jalur fortenya yg hampir selalu menyanyikan lagu2 mellow dan membuktikan kalau hey, Afgan juga bagus loh nyanyiin genre lain:

Dia dia dia… cinta yg ku tunggu, tunggu, tunggu
Dia dia dia… lengkapi hidupku
Dia dia dia… cinta yg kan mampu, mampu, mampu
Menemaniku, mewarnai hidupku

Sampai ke lagu paling gres-nya Sammy Simorangkir (yg tetap berada di jenis musik yg sama setelah cabut dari Kerispatih namun tetap dengan suara dan penghayatan luar biasa. Sayangnya dua single sebelum ini terlalu drawl-out dan slow untuk taste-ku) yg juga bertitel “Dia.” Lagu ini dibarengi video klip yg cute dan… apa ya, beda aja…:

Ku ingin dia yg sempurna untuk diriku yg biasa
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya,
Ku ingin semua yg ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa, Tuhan bantuku tuk berubah
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya,
Tuk menjadi seorang yg sempurna untuk dia… 

 

Ada lagu “Dia” lagi yg terlewat?

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s