Posted in Off Topic

Plastic Surgery?

Ngomongin soal Korea tentunya ga lari dari yg namanya pembahasan tak berujung tentang operasi plastik yg marak di sana. Sudah rahasia umum kalau banyak artis2 sana yg melakukan bedah plastik – dari yg paling umum seperti double eyelid surgery dan rhinoplasty sampai ke yg lain2nya. Banyak dari mereka yg tidak mengakuinya, namun hal2 seperti itu kan tidak mudah untuk ditutupi. Orang Asia kan memiliki fitur wajah yg… ya kita tahu lah seperti apa. Apalagi untuk yg berdarah oriental, jarang kan bisa ada yg hidungnya mancung sempurna atau bermata belo besar. Dan lagi, media bisa dengan mudah memberikan perbandingan foto masa sekolah dengan sekarang – bukti nyata adanya perubahan yg signifikan.

Operasi plastik juga bukan hal tabu di sana. Sudah sering dengar dong kalau di sana banyak orang tua yg menghadiahi anaknya voucher operasi saat mereka menginjak usia 17 – hal ini juga pernah kudengar dari teman kuliah Koreaku. Lagipula, toh bukan hanya orang Korea yg melakukannya. Artis2 Hollywood juga banyak yg begitu, pun orang Jepang. Malahan, berdasarkan berita yg pernah kubaca, Korea bukanlah negara dengan persentasi operasi plastik tertinggi. Yah, di zaman eksis2an seperti ini, ga bisa dipungkiri kalau tampilan luar memegang peranan penting, terutama bagi mereka yg bekerja di industi hiburan yg mengandalkan wajah cantik/ganteng di atas kualitas. Ga usah muna lah, semua orang juga pasti akan menilai orang lain dari rupa luarnya dulu – persetan dengan ungkapan “don’t judge a book by its cover.”

Nah, kemarin ini aku membaca artikel tentang prosedur operasi plastik yg marak di Korea dari infounik@blogspot, yg dimulai dengan beberan fakta bahwa wajah imut cantik innocent Park Min-young (Sungkyunkwan Scandal, City Hunter) adalah 100% hasil permakan disertai foto masa kecilnya. Kaget? Iya. Tapi dibilang banget juga engga sih karena sempat juga lihat berita kalau wajah artis Korea lain (kebetulan chaebol – orang berada – yg main Lovers in Paris sama Princess Lulu atau apalah itu) juga berubah 180 derajat. Di tiga postingan berbeda, dituliskan dengan gamblang jenis2 tindakan medis, bagaimana prosedurnya, beserta gambar operasi mulai dari mata, hidung, sampai ke pengecilan rahang (ouch!). Jelas dan informatif – untuk sekadar tahu saja.

Artikel itu tidak mengutip sumber tertentu, tetapi cukup membuka pikiran. Selama ini aku beranggapan kalau operasi plastik adalah medium untuk memperbaiki/mengoreksi kekurangan yg ada (membuat lipatan mata, mempertinggi hidung, dll), tetapi ternyata tindakan juga bisa dilakukan untuk mengubahnya – termasuk rekonstruksi total seperti yg disebut2 dilakukan oleh PMY secara bertahap. Amazing, huh? Ga aneh sih karena toh banyak wanita yg berpegangan pada prinsip “beauty is pain”, terlebih lagi di Korea yg katanya percaya bahwa “beauty is made, not inherited.” Yg harus diberi penghargaan sih para dokter bedahnya; hebat kali mereka!

Soal operasi sendiri, aku rasa tidak ada orang yg berhak men-judge itu boleh atau tidak, benar atau salah. Estetika adalah hal mutlak, dan siapapun berhak untuk merasa dan menjadi cantik. Tidak ada yg salah dengan itu, apalagi jika itu bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Sama kayak make-up aja. Banyak kan cewek2 yg ga berani keluar rumah tanpa riasan, dan banyak yg terlihat ‘beda’ setelah terkena sentuhan make-up? Kalau make-up sifatnya sementara dan (hanya) memberikan ‘kesan’ wajah lebih sempurna, operasi melakukannya secara permanen. Mungkin ada yg protes, “kok ga bisa menerima diri sendiri apa adanya sih?” tapi daripada mereka selamanya hidup dalam keminderan dan ga bisa menunjukkan potensi maksimalnya, hayo? I mean, everybody definitely has something they don’t like about themselves, externally or internally. Thus it’s perfectly normal wanting to change that component…for the better.

Aku sendiri punya hal tertentu yg tak kusukai dari diriku secara fisik. Walau aku bukan tipe cantik boneka, tak pernah terlintas sedikitpun niatan untuk mengubahnya. Well, ada sih… xp Tapi, walaupun nulis begini, belum tentu aku akan merealisasikannya berhubung aku orangnya takut sakit dan anti sama hal2 yg berbau dokter dan rumah sakit. Makanya aku salut dengan mereka yg berani mengambil resiko naik ke meja operasi – proses pemulihannya juga ga sebentar kan. Hanya saja, ada satu pertanyaan yg mengganjal di benakku, terutama bagi mereka yg melakukan rekonstruksi total: apa yg mereka lakukan dengan potret2 masa kecil maupun pra-operasi? Kan tampilannya berbeda…?

Terkadang, yg melatarbelakangi niat menyempurnakan diri bukan datang dari dalam, melainkan dari luar. Aku termasuk beruntung karena rasanya sejauh ini tidak ada yg pernah mengatakan secara gamblang bahwa aku berparas buruk. Namun mulut manusia terkenal jahat; it can say the cruelest things. Mudah saja bagi seseorang untuk mengatai atau mengumbar kelemahan orang lain, apalagi menyinggung fisik. Di bagian comment di infounik tsb, banyak yg berkomentar betapa ‘jelek’nya foto yg disebut2 pra-operasi, bahkan ada yg dengan sadisnya menulis, “blekok.”

Aku rasa tidak ada standar kecantikan di dunia ini yg bisa mengategorikan seseorang, dan meskipun berkeyakinan bahwa setiap manusia menarik in his/her own way, ledekan seperti di atas amatlah menyakitkan. Ga tau ya yg nulis demikian itu parasnya seperti apa, kok tega2nya menuliskan komentar seperti itu. Gara2 orang2 dan komentar2 macam inilah banyak yg jadi rendah diri dan berniat merubah apa yg ada padanya – bahkan depresi. Terutama bagi kaum hawa yg memang pada dasarnya lebih sensitif dibanding kaum adam.

Yah…begitulah. Operasi plastik untuk alasan estetika mungkin masih menjadi hal yg diperdebatkan di Indonesia walaupun sudah ada beberapa artis lokal yg terbuka akan prosedur yg telah mereka jalani. Sekali lagi, bagi aku pribadi tidak ada batasan yg bisa menyatakan kalau operasi plastik itu benar atau salah. Selama tahu benar baik/buruk serta resikonya, hasilnya bagus, yg bersangkutan merasa nyaman, dan ga kebablasan, kenapa orang lain harus sirik? 😀

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s