Posted in Citizenry

Mati Lampu!!

Apa yang bisa Indonesia lakukan dengan benar?

Setengah jam yg lalu, lampu2 di rumahku kembali berkedip hidup setelah selama kurang lebih 50 menit mati lampu tanpa pemberitahuan yg jelas sebelumnya.

Yah, orang2 mungkin bilang separah2nya suatu negara, setidaknya hidup di ibukota negara tsb pastilah memiliki tingkat kualitas hidup yg memadai. IBU KOTA gitu loh! Apa yg di bagian lain tidak ada pastilah dimiliki di ibu kota negara. Tapi di Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia? Hah, beat me. Selain beberapa hal mendasar yg tak bisa diberikan negara kepada rakyatnya (seperti keamanan dan kenyamanan hidup di negeri sendiri), Jakarta sendiri masih bergelut dengan permasalahan dasar kehidupan (bermasyarakat) lainnya. Contoh: listrik dan air.

Bukannya di sini ga ada listrik dan air, tapi kualitasnya itu loh yg bikin frustrasi. Di zaman modern seperti sekarang ini, di mana manusia tak lagi sanggup hidup tanpa listrik dan alat elektronik (yg butuh listrik untuk hidup), hidup di kota modern Jakarta tak luput dari yg namanya MATI LISTRIK. Dan frekuensinya bukan jarang2. Dan lamanya juga ga sebentar. Kalo matinya di siang bolong macam hari ini sih masih bisa ditolerir, yg parah kalo matinya sore menjelang malem – dipikir kita hidup di zaman batu kali ya yg malem2 udah ga bisa ngapa2in (nonton tipi kaga bisa, baca buku kaga bisa, mandi pun kadang susah kalo lagi ga ada persediaan air).

Lucunya lagi, beberapa kali beredar selebaran pemberitahuan kalau pada hari sekian, tanggal sekian, jam sekian sampai sekian akan ada pemadaman listrik untuk urusan tertentu – biasanya untuk perbaikan luas dan/atau kualitas jaringan – dan tunggu punya tunggu listrik masih menyala. Sedangkan pada saat-saat tak terduga seperti hari ini, listrik dengan tanpa malu-malunya blep! Mati dengan sendirinya. Ga izin dulu, ga permisi dulu, ga bilang2 dulu. Alhasil? Barang2 elektronik di rumah, termasuk laptop kesayangan, dengan nestapanya redup menghitam tak bercahaya.

Parahnya lagi, kadang matinya cuma blebep (dalam hitungan detik) trus nyala lagi. Kasus yg kayak begini jauh lebih bikin keki lagi.

Sebenarnya masalah listrik bisa diakalin dengan penggunaan generator sih. Seperti tetangga seberang rumah. Di kala semua rumah gelap gulita di malam hari berkat pemadaman listrik, eh si rumah seberang dengan sombongnya masih bersinar dengan terang benderangnya. But, well, since my family does’t have one, aku cuma bisa memaki PLN. Dalam hati tentunya.

Soal air juga demikian. Ada PAM ga menjamin pasokan air ke rumah penduduk lancar. Seringkali PAM ga jalan, belum lagi kalau ada ‘musibah’ seperti pintu air yg jebol beberapa waktu yg lalu. Masalah air mungkin masih bisa diakali dengan penggunaan air tanah – yg menyebabkan tinggi tanah di Jakarta menurun sekian cm setiap tahunnya. Ga ramah lingkungan memang, habis mau bagaimana lagi? Bergantung pada PAM saja jelas ga memungkinkan.

Melihat kualitas fasilitas dan infrastuktur yg ada di Jakarta, aku jadi bertanya-tanya bagaimana dengan mereka yg berada di pedalaman, yg berada jauh dari ibu kota negara atau Pulau Jawa? Apakah memadai? Apakah memuaskan? Apakah pemerintahnya mengayomi rakyatnya?

Because it’s far from that… according to what’s portrayed on TV. (With Solo probably is the sole exception). And honestly, i couldn’t blame those who’re fighting for independence. Though not supporting their separatist action, oftentimes anarchical too, i could genuinely see where they’re coming from. Located far from the capital with no development to the area(s) or care from the central government whatsoever, i understand why they think they could fare better by themselves.

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s