Posted in Commentary, TV Program

MCI: The Black Team Challenge (Part II)

Shame on you if you fool me once, shame on me if you fool me twice
(Life Goes On – LeAnn Rimes)

Another oh-so-scripted The Black Team Challenge which finds Rahmi to duel Marcella (remember their ‘bitter’ history?). I’ll elaborate more on this.

Ternyata fungsi The Black Team (TBT) bukan hanya diperuntukan untuk mengembalikan Fero ke MCI walaupun hal ini tak mengurangi atau mengubah sedikit pun pendapatku di post sebelumnya. Konsep TBT dihidupkan kembali di episode ini (mungkin mereka akan mengadakannya seminggu sekali) walaupun keempat calon peserta re-entry (termasuk Hendry di dalamnya) hanya muncul saat pressure test, tidak di sepanjang episode seperti di episode perdana TBT Challenge.

Off-site challenge di markas kepolisian gegana (atau apa gitu nama/ejaannya), memasak untuk 250 anggotanya. Menunya sih menurutku ordinary banget, seperti yg biasa kita temui di menu prasmanan apapun dan di manapun. Kemenangan dinilai dari hasil voting 250 anggota dan tim yg kalah masuk ke babak pressure test. Kali ini tim merah yg dikepalai Fero menang, dan tim biru yg dikepalai Priscil kalah. Jadilah Priscil, Sarwan, Santiana, dan Rahmi masuk babak pressure test yg menugaskan mereka membuat 3 hidangan menu dari Timur Tengah dan Maroko (appetizer: baked prawn | main course: lamb chop | dessert: Umm Ali?).

Diliat dari komentar juri (terutama CM Juna) udah ketebak siapa yg masuk babak melawan satu anggota TBT: Rahmi. And yes, one can correctly guess whom her contender is. Yep, Marcella. Karena dari keempat anggota TBT, Marcella memiliki sejarah kelam dengan Rahmi – ingat saat Rahmi ‘menjatuhkan’ Marcella di evaluasi kekalahan tim dan ‘melindungi’ Fero yg sepertinya adalah biang kerok yg sebenarnya? Yaahh…walaupun siapa yg menjadi lawan Rahmi kembali ditentukan oleh CM Vindex yg memilih lintingan kertas, tetep aja tak mengubah hasil.

Entah kali ini keempat lintingan berisi nama Marcella atau CM Vindex memiliki kekuatan super untuk memilih lawan yg bisa membuat TBT Challenge lebih membara: Fero untuk Hendry, dan kali ini Marcella untuk Rahmi. Coincidence is highly doubted – two coincidences are too suspicious.

Dan entah kenapa juga, menu TBT Challenge kali ini lebih ‘mudah’ dibanding menu Amerika Selatan untuk challenge minggu lalu. Thai Pandan-Leaf Chicken (I lo~ve this food! Yum yum!). Soal skill juga rasanya lebih seimbang (sudah beberapa minggu ini Rahmi tak tersorot kamera menyajikan makanannya di hadapan juri, dengan alasan yg hanya tim editing yg mengetahuinya). Marcella kembali kurang beruntung, yg membuatnya terdepak dari TBT dan juga MCI. Hah? Jadi selama ini dia (dan mereka anggota TBT) belum keluar dari kompetisi, gitu? Kali ini Rahmi yg punya the last word: agar Marcella bisa menerima kekalahan ini dengan lapang dada.

Hmm…i still find TBT thingy a bit odd. It’s clearly a drag since I don’t see the use – or fun – in it. The idea of possibly switching the top-something contestants with a loser is…not exciting. At all. The reason behind choosing those originally four candidates amongst the rest remains a big question mark for me, but the challenge in itself injects another unfairness to how to let someone in or kick another one out. Because it’s so-called lucky if one happens to fail miserably during TBT Challenge’s episode since he/she has the second chance (dueling with a black team member) AND the third chance (to make another comeback).

Gampangnya pake contoh konkret aja deh. Mendingan jadi Hendry daripada Kevin kan? Soalnya Hendry memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri di pressure test. Kalau gagal di situ, dapat second chance untuk mempertahankan kedudukannya di sekian besar MCI kalau menang lawan TBT. Kalaupun gagal lagi, dia masih punya the third chance karena ia masuk jajaran TBT yg bisa terpilih untuk melawan kontestan berikutnya dan masuk kembali ke peserta MCI. Sedangkan Kevin, sekali gagal di pressure test, langsung pulang. Istilahnya, kalo gagal di TBT Challenge (tayang Sabtu) itu ‘hasta la vista, baby’ tapi kalo gagal di episode lain (tayang Minggu) itu ‘sayonara’…

Moral of the story: buat peserta MCI yg masih tersisa, kalo mau berperforma jelek pilih-pilih episode ya! Jangan sekali gagal langsung angkat kaki =)

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s