Posted in Book, Review

[Buku] Nocturnal

This book really affirms the trite saying not to judge a book by its cover. Why? Because this book has an untempting cover which looks childish to me with ordinary plot summary: ordinary person with extraordinary hereditary family line who finds out the truth that he/she is to take charge and be responsible for the existence of his/her clans in the future.

Ever since the hype of Lord of the Rings, Harry Potter, and Twilight series, tons of writers have jumped into the bandwagon and written fantastical stories painfully similar to their predecessors. I’ve seen countless books suddenly appeared in stores with magical or vampires background, some of which were written by local writers. I honestly don’t read many of those books, tired of the similarities and lack of originality. Only a handful is nifty. Thus, i’d avoid that and look for fresher ideas instead.

Haven’t explored bookstores in months made me confused on which books to choose from a zillion titles. I made use of Gramedia’s storewide sale at the end of last year to indulge in book spree but ended up buying those that i’ve targeted for quite some time or choosing those with interesting summaries. Many were disappointing. Kayaknya aku ga hoki kalo beli buku deh. Jarang ada buku yg kubeli bagus, tapi kalo minjemm aja banyak yg bagus =( Hoki gratisan nih kayaknya xp

Back to the topic! Udah mulai ngelantur nih,,hehe. Kalo di Indo sih lebih nyari ke buku buatan dalam negeri, udah mulai kapok sama kualitas buku terjemahan di sini. Tapii… masalahnya buku lokal jarang ada yg idenya orisinil dan menarik. Seringnya sih salah kaprah, kalo ga ketipu sampul ya ketipu sama cuplikan cerita di belakangnya. I’ve come to a point to be skeptical about opinions printed on the cover. The more praiseful the more doubtful they are to me.

Buku teenlit ceritanya begitu-begitu aja, datar dan ga berbobot (kalo ga mau dibilang jelek dan dangkal). Setali tiga uang dengan metropop. Sama buku-bukunya Agnes Jessica juga udah mulai bosen karena ceritanya ga berkembang. Menyambangi toko buku masih jadi kebiasaan, tapi jarang keluar membawa tentengan. Sekarang ini nyari buku bagus ibaratnya nyari jarum di jerami kali yaa… Keluar uang untuk buku makin bikin males, tapi ga ada bacaan lebih ngemalesin lagi.

Dasar emang susah jadi orang hobi baca, ga bisa ngeliat buku nganggur di toko buku, apalagi kalo lagi ada diskon =p Jadinya aku masih sesekali beli buku mengandalkan feeling yg lebih sering salah daripada benernya dalam menerka-nerka bagus tidaknya sebuah buku berdasarkan ide cerita dan sampul, dan cenderung lebih melirik buku dengan pengarang yg belum familiar di mata sekadar untuk coba-coba.

Hal yg sama kuterapkan saat menimbang-nimbang buku ini. Sering kulihat di toko buku, tapi ya itu karena sampulnya kurang mendukung buku ini selalu lewat dari perhatian. Sampai akhirnya udah mulai desperate dengan tema yg itu-itu aja, akhirnya aku kembali bertaruh dengan buku ini. Jarang juga kan ada pengarang lokal yg temanya ‘mistis’ begini. Buku ini juga udah kuanggurin (baca: mendekam di sudut kamar) selama 2-3 bulanan, tapi ternyata ga mengecewakan. Bahkan ini salah satu buku terbaik yg kubaca belakangan ini. Ratingwise, it’s the highest since 2010 besides the Artemis Fowl series.

Adel adalah gadis blasteran berusia 17 tahun yg mengenyam pendidikan SMA di Jakarta. Suka balet dan punya impian menjadi pebalet internasional. Punya dua sobat karib dan cukup populer di kalangan lawan jenis. Hidupnya berjalan normal sampai kecelakaan misterius yg menimpa ayahnya. Misteri asal usul Adel yg selama ini ditutup-tutupi kedua orang tuanya pun mulai terkuak. Puncaknya, Johanna seorang wanita asing bermata kucing seperti Adel muncul untuk menjemputnya kembali ke negara asalnya, Adlerland.

Adel ternyata adalah pewaris takhta klan matrialistik Nocturnal setelah calon pewaris sebelumnya tewas di tangan musuh, Klan Vladimir. Ia diminta kembali ke Adlerland karena neneknya, Baroness yg berkuasa saat itu, tidak berada dalam kondisi yg baik dan harus segera diadakan ritual peralihan kekuasaan kalau tidak ingin klan mereka hancur.

Adel yg dengan berat hati menyetujui hal ini pun memulai kehidupan barunya di Adlerland. Ia bertemu dengan kerabat yg tak pernah dikenalnya dan dihadapkan pada persiapan yg tak mudah untuk menjadi Baroness berikutnya. Dari latihan fisik, kecakapan, dan ketahanan tubuh sampai latihan menggunakan senjata. Ia juga harus membiasakan diri ditempa Johanna yg super keras atau menghadapi Baroness yg tak terlalu ramah dengannya. Ia juga harus tinggal terpisah dari ibu dan teman baiknya selama ini. Beruntung ada Roland yg baik dan ramah kepadanya, yg mampu membawa keceriaan dan tawa bagi Adel. Ia pun mulai menaruh perhatian lebih pada pria itu.

Keadaan mulai pelik tatkala Klan Vladimir makin gencar melakukan penyerangan terhadap Klan Nocturnal dengan Adel sebagai target utama. Mereka pun bergerak cepat dan menyandera ibu Adel dan meminta pertukaran nyawanya dengan Adel. Klan Nocturnal pun merasa ada pengkhianat di antara mereka karena tak ada yg mengetahui kedatangan ibu Adel selain orang dalam kerajaan.

Masalah demi masalah datang silih berganti sampai tiba-tiba Baroness koma. Johanna pun meminta peralihan kekuasaan dilakukan lebih cepat. Namun, Klan Vladimir tentunya tak tinggal diam. Klan Nocturnal pun sibuk memutar otak untuk menemukan pengkhianat di tubuh mereka sekaligus mempertahankan eksistensi klan yg makin rapuh…

Ga banyak masalah yg dibahas. Namun untuk ukuran produk dalam negeri, novel ini cukup baik dan menghibur dengan plot yg tertata rapi. Bahkan lebih baik dari beberapa novel luar yg sejenis. Rahasia yg terkuak sedikit demi sedikit mampu membangun tensi dan ketegangan dengan baik. Siapa yg jadi musuh dalam selimut juga tak tertebak dan cukup mengejutkan. Sayang klimaksnya kurang nendang dengan ending yg terbilang simpel dan mudah. A bit rushed and ended too suddenly. The story could’ve been longer with more developed and detailed plot movement. I don’t mind if this book was made into series, saving the climax for another volume for example.

From zero to hero in such short span of time is a bit unrealistic in my opinion. Her special ‘power’ is kinda forgotten along the way and left unexplained apart from her sensitive sense of hearing. Romance part is barely touched if the writer indeed considered it a part of the complicatedness. The gift of having nine lives is another pointless issue as Adel loses only one life.

So, yes, i expected more from this book, but this book already exceeds my initial expectation. Bahasanya baik, ga kaku atau sok formal tapi pas sesuai konteksnya. Isinya mengalir dengan lancar dan ada beberapa bagian yg lucu. Ceritanya juga menarik dan memiliki alur yg terjaga dengan rapi. Terlepas dari segala kekurangannya, novel Nocturnal ini menonjol dibanding novel lain yg sejenis atau yg melulu membahas masalah percintaan anak remaja yg itu-itu saja.

It’s new, different, and worth reading.

_
Rating: 4/5
By Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia, 2008
Genre: Teens, Fantasy

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s