Posted in Book, Review

[Buku] Istoria da Paz: Perempuan dalam Perjalanan

Kisah perempuan yg mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan…

…tentang arti mengasihi, tentang makna memaafkan, juga tentang merelakan…

Damai Pricilla, editor Codex, merasa sudah menjalani hidup yg indah dan bahagia. Ia punya Jambrong yg telah mendampinginya selama 10 tahun. Walau Jambrong gamophobia, toh ia setia pada Damai. Dan walaupun hubungannya dengan sang ayah tak begitu harmonis, ia tak begitu ambil pusing. Toh ia masih punya Jambrong.

Hidupnya mulai berubah saat menjadi editor untuk buku Menikah Omong Kosong karangan Arimbi Pramuditha yg berpikiran agak ‘menyimpang’ dari orang kebanyakan. Pendapatnya yg amat menyudutkan dan membodoh-bodohi lembaga pernikahan juga tertuang jelas di novel perdananya. Sebagai editor yg baik dan bertanggungjawab, Arimbi pun sering diundang Damai ke rumah agar proses editing bisa selesai lebih cepat.

Keputusan yg merupakan malapetaka bagi Damai. Jambrong yg anti menikah dan Arimbi yg sinis pada orang yg menganggap menikah itu penting membentuk suatu kharisma tersendiri yg membuat Damai jealous bukan kepalang. Dan bukan tanpa alasan yg jelas. Mereka dekat dan akrab. Jambrong juga sering membicarakan dan memuji Arimbi yg menurutnya memiliki sudut pandang yg unik tentang kehidupan.

Mungkin terlalu sering menghabiskan waktu bersama Arimbi membuat Jambrong si Tattoo Artist mulai mempertanyakan hubungan yg dijalaninya bersama Damai. Bagaimana kalau sebenarnya jalan hidup mereka berbeda, namun mereka stuck karena apa yg mereka lakukan sekarang? Bahwa mereka terjebak di comfort zone, karena keterbiasaan?

Yah. Setelah Damai memergoki Jambrong berselingkuh dengan Arimbi, which is so predictable, Damai menerima tawaran untuk membukukan kisah seorang guru “Sekolah Damai” di Kupang. Dionysius Alexander orangnya. Ia bersama beberapa orang kawannya memutuskan mendirikan sekolah yg beralaskan rumput, beratapkan langit, dan berdinding angin bagi anak-anak di camp pengungsian. Lalu di mulailah petualangan Damai di sana, menjadi guru sementara, mengalami berbagai hal yg menarik, lucu, menggelikan, namun juga mengharukan.

Contohnya ada tokoh Abitu yg membuat Damai kesal tapi sayang. Atau kecelakaan diseruduk kambing jantan yg lucu dan menggelikan. Well, membaca cerita ini mengingatkanku pada film Denias. Bagaimana Dion berusaha sekuat tenaga agar anak-anak itu masih dapat bersekolah walau apapun yg terjadi.

Ya. Ini kisah perempuan yg mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan, sedikit banyak karena “Sekolah Damai” dan Dion…

Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing

Konsep menyayangi atau mengasihi dalam benak Gio sama dengan konsep mengasihi yang dikenal banyak orang. Mengasihi dengan egois tanpa memikirkan bahwa makhluk yang dikasihi itu bukanlah benda mati, tetapi mahkluk yang memiliki kehendak bebas […] Namun, setidaknya ia belajar sesuatu; bahwa mengasihi bukan berarti melakukan apa yang dipikir baik oleh diri sendiri, tetapi melakukan apa yang terbaik buat orang yang dikasihi.
— Dionysius Alexander

A nice book with a nice story. Juga tentang berbagai konsep dan sudut pandang serta opini tentang kehidupan yg bisa membuka pikiran kita. Misalnya tentang konsep mengasihi di atas, atau konsep kebahagiaan berikut:

Orang itu selalu mencari kebahagiaan dalam hidup, ya?
Padahal mungkin kebahagiaan itu tidak perlu dicari, karena dia memang telah ada, di depan mata kita sendiri.
Siapa tau, hanya dengan mengubah sudut pandang tentang kehidupan, ternyata bahagia yang tadinya tidak kelihatan jadi terlihat jelas.

Go ahead and take a look.

Cheers~~ ^-^

_
Rating: 4/5
By Okke ‘sepatumerah’
Penerbit: Gagas Media, 2008
Genre: Young Adult

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s