Posted in Movie, Review

[Film] Asmara Dua Diana

Film kedua yg dibintangi Jamie Aditya sekaligus film ketiga besutan Awi Suryadi yg kutonton. Untungnya, film ini jauh lebih baik daripada Mupeng dari segi cerita. Peran Jamie di sini mirip-mirip dengan perananya di XL. Bedanya, kalau di XL ia polos banget soal cewek, di sini ia pemain cinta.

Berperan sebagai Asmara yg bisa dibilang pemimpin sebuah biro travel berkat kucuran dana mertuanya. Selain sukses, ia juga memiliki seorang istri yg cantik, Diana Wulandari (Luna Maya). Dan tipikal cowok berhidung belang masa kini, Asmara seolah tak puas dengan apa yg telah dimilikinya. Tak ada konflik dalam rumah tangga, bahkan istri pun cantik dan pengertian begitu, namun tetap saja Asmara tak bisa melihat wanita cantik nganggur. Hubungan Asmara dengan para wanita cantik yg juga kliennya itu digambarkan hanya sebatas one-night-stand saja.

Asmara baru kena batunya sejak bertemu dengan wanita cantik seksi yg juga bernama Diana (Aura Kasih). Hubungan gelapnya dengan Diana yg satu ini ternyata berbuah kehamilan. Diana pun menuntut pertanggungjawaban Asmara. Asmara pun ketar ketir. Bagaimana tidak? Di saat yg hampir bersamaan, Diana istrinya dengan bahagia mengumumkan kehamilannya juga! Alhasil Asmara bermain petak umpet dengan bantuan supir pribadinya (Mario Maulana) agar bisa ber-two-timing dengan aman.

Masalah memuncak tatkala Diana sang selingkuhan mengetahui status Asmara yg sesungguhnya. Ia mengancam akan membeberkan affair mereka ke Diana sang istri kalau Asmara tak kembali padanya. Sialnya, ternyata Diana itu adik kepala polisi sangar yg juga merupakan klien Asmara—yg dengan seriusnya bilang ingin ber”silahturahmi” dengan lelaki pengecut yg telah membuntingi adik kesayangnya. Huahahaha…

Pada akhirnya bangkai yg terkubur akan tercium juga baunya. Diana sang istri pun mengetahui perilaku brengsek sang suami dari laporan saingan business Asmara. Asmara yg kacau balau dan mendadak jatuh miskin pun akhirnya memutuskan untuk menghilang untuk sementara sampai suasana panas mereda. Mendengar curhatan mantan napi akan indahnya hidup di penjara (makan gratis, minum gratis, tidur gratis, serta bebas dari masalah), Asmara pun tertarik untuk menjadi penghuni sel. Ia pun berulang kali melakukan hal konyol demi bisa ditangkap.

Bagaimana akhir nasib Asmara? Nonton aja deh.

Yg jelas, film ini ga mengecewakan walaupun masih berbumbu seksualitas. Tidak seperti film esek-esek lainnya, adegan dewasa di film ini tak digambarkan secara gamblang dan vulgar. Dan adegan di mana Asmara kalang kabut berbagi waktu antara dua Diana pun kocak dan gokil abis. Selain itu, film ini bisa dibilang mengangkat fenomena orang yg suka selingkuh serta ‘politik’ di dalam penjara (ups!)…

Acting-wise, oke lah untuk membuat karakter-karakternya hidup, tapi ga kinclong. And my favorite scene is when Diana wordlessly asked Asmara to burn everything he had that actually didn’t belong to him. Keren abis!! Sayangnya, akhir film ini dibuat rada menggantung.

Masalahnya, *spoiler alert* Diana sang selingkuhan kan sebenarnya ga hamil anak Asmara. Tapi nampaknya Asmara tak pernah tahu akan hal itu. Diana kembali ke pacarnya Henry, sedangkan Diana yg satunya membangun keluarga bahagia dengan mantan pacarnya dulu. Sedangkan Asmara nampaknya hepi-hepi aja tuh stay di bui… malah membuka bisnis dengan koruptor!! ckckck…

Semoga para lelaki berhidung belang di luar sana pada tobat!
Daripada bernasib “naas” seperti Asmara hayo??

_
Rating: 3.5/5
Director: Awi Suryadi
Production: Mnc Pictures in collaboration with Winmark Pictures, 2008
Cast: Jamie Aditya, Luna Maya, Aura Kasih, Mario Maulana
Genre: Comedy

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s