Posted in Movie, Review

[Film] Saus Kacang

Saus Kacang

Lima tahun yg lalu, musim kemarau: Dewi (BCL) mengejar Manu (Christian Sugiono) ke bandara untuk mengetahui nasib hubungan cinta mereka. Sayangnya, Manu tak menganggap serius hubungan singkat mereka. Baginya, hubungan mereka berakhir seiring habisnya masa liburannya di Bali.

Lima tahun kemudian, musim sudah ga jelas: Dewi sudah berhasil melupakan Manu, namun tidak rasa sakit hatinya. Ia pun tak ingin jatuh ke lubang yg sama untuk yg kedua kalinya. Namun kedatangan tamu ganteng dari Malaysia yg suka bikin onar di hotelnya, Fredo (Ashraf Sinclair), tak urung menarik perhatian Dewi. Prinsip Dewi, tak ada yg tamu yg tak bisa dihadapi. Sang koki handal pun pusing tujuh keliling memikirkan cara menghadapi tamunya yg satu ini. Apapun yg dilakukannya salah terus.

Adegan berikutnya, Fredo menerima voucher gratis ke Nusa Kambangan, yg ternyata akal-akalan Dewi dkk. Awalnya kupikir ini service recovery mereka, namun aku salah besar. Mereka malah berkomplot untuk ngerjain raja (tamu adalah raja, ingat?) mereka. Fredo yg marah menolak ajakan Dewi untuk kembali ke hotel, alhasil mereka masih berkeliaran di hari raya Nyepi. Mereka pun dihukum membersihkan Bale Banjar selama 4 hari berturut-turut.

Benci jadi cinta. Kebersamaan mereka ternyata bikin keduanya saling naksir dan saling membuka diri. Dewi kemudian mengetahui kalau Fredo pun pernah dikhianati. Namun Dewi masih ragu apakah Fredo tulus padanya. Ia tak ingin jatuh ke lubang yg sama. Saat Fredo berhasil meyakinkan Dewi, Mai, mantan calon istri Fredo, hadir kembali ke kehidupannya.

So, Dewi sama Fredo jadi apa engga nih?? Duh,,masa ga ketebak???

 

Like any other movie, this one also has “it-doesnt-make-sense” scenes. One of them is when Dewi and Fredo were on the ship in the middle of the ocean, but the next scene showed Dewi walking home. How can a ship dock so fast?? Another one is when Mai approached Dewi and explicitly said that she’d be going back to KL with Fredo to continue their delayed (or canceled?) marriage. But on the next scene, Fredo was imploring and accusing that Dewi was as heartless as Mai was. Ta-da!! Now Dewi was the one to blame… Weird, isn’t it?

Mmm…sepertinya film ini hanya menjual romantisme the newlywed couple BCL dan Ashraf sebagai magnetnya. Ceritanya sih STD banget, dan akting Ashraf juga sedikit lebay sehingga rasanya buang-buang duit untuk nonton film ini ga worth it banget. Rasanya lebih cocok kalau film ringan ini dibikin FTV aja, tapi ya ga bisa nampilin mereka berdua berulang kali ciuman aja. Tapi kalau lagi jenuh dan bosan sama sekolah atau kerjaan dan pengen nonton sesuatu yg bisa menghibur, film ini bisa jadi salah satu pilihan kamu.

“Waktu tak pernah kita lihat. Kita tahu waktu itu ada kalau kita dilewati oleh waktu atau waktu itu yg melewati kita”
Hum hum hum… sampai sekarang masih bingung apa bedanya dua kalimat di atas—kita dilewati oleh waktu dan waktu itu yg melewati kita…???

Dua bintang karena pemandangan Bali yg cukup rupawan ditampilkan di sini.

 

_
Rating: 2/5
Director: Indrayanto Kurniawan
Production: Summer Films, 2008 (?)
Cast: Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, Nadia Saphira
Genre: Romantic Comedy

~images are imported from various sources and are property of their respective owners~

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s