Posted in Movie, Review

[Film] Cintaku Selamanya, Mupeng

Katanya di film modifikasi ML (Mau Lagi?) ini menampilkan sosok Dr. Boyke, tapi di film yg kutonton via internet ini ga sepersekian detik pun muncul sosok Dr. Boyke. Sosoknya aja ga ada, apalagi penjelasan tentang seks, penyakit kelamin, dan sahabat-sahabatnya itu???

Well, aku nonton film ini bukan karena aku suka film berbau bokep, tapi penasaran aja dengan film yg katanya mengandung pesan moral ini. Seperti apa sih pesan moral yg ingin disampaikan lewat film setengah porno ini? Let’s see…

Seorang mahasiswa jurusan sinematografi yg sampai usia 23 tahun masih perjaka tingting sedang membuat film dokumenter tentang seks bebas. Wisnu (Hardi Fadillah) namanya. Ia punya temen doyan free sex yg bernama Mario. Dengan sukses ia meledek Wisnu: bagaimana ia mau bikin film dokumenter tentang seks kalau dia sendiri belum pernah ngelakuin? Mario pun bertaruh dengan Wisnu untuk membuktikan kalau Wisnu itu ga frigid dan mendokumentasikan hari pertamanya dengan video kamera. Sedangkan Wisnu menantang Mario untuk puasa seks selama 30 hari dengan pacarnya, Manda (Ratu Felisha), untuk membuktikan kalau Mario yg berprinsip “no sex, no life” itu ga kecanduan seks.

Lalu dimulailah adegan-adegan yg sepertinya dimaksudkan untuk mengocok perut yg terbalut dg yg ‘aneh-aneh’. Mario yg selalu melewatkan waktu bermesraan dengan Manda baik di kampus maupun di rumah kewalahan menolak ajakan Manda dan memeras otak mengeluarkan 1001 alasan untuk itu.

Demi melancarkan proyek Wisnu, Mario mengenalkannya pada Askar (Mike Muliardo), playboy kelas berat di kampus mereka. Ia berpandangan bahwa lelaki itu ibarat berlian, makin digosok semakin ok; wanita, sebaliknya, ibarat kapas, sekali kena noda pasti keliatan bekasnya. Bercinta dengan pacar-pacarnya merupakan hal yg biasa, namun ia mensyaratkan calon istri yg masih perawan, merujuk pada perkataannya, “Sudah jadi tugas wanita untuk menjaga kesuciannya untuk sang calon suami.” o.O Namun, dibalik kehidupan bebasnya, ia amat protektif terhadap adik perempuannya dan bahkan protes saat sang adik (Nadila Ernesta) berpakaian renang seksi saat di rumah.

Kebetulan menghantarkan Wisnu bertemu dengan wanita molek dan seksi bernama Lala. Mereka pun semakin dekat sampai Wisnu tahu siapa Lala sebenarnya. Di lain pihak, Askar yg kesengsem berat pada sosok Shinta (Hesti Purwadinata) juga mengalami dilema saat tahu latar belakang Shinta yg tak seputih dugaannya. Sedangkan Mario pusing tujuh keliling saat divonis mengidap herpes dan berpeluang besar menularkan penyakitnya kepada Manda. Di saat yg sama Manda belum juga kedatangan tamu bulanannya.

Bagaimana nasib mereka semua? Ya harus nonton filmnya…hehehe…

Yg jelas, film ini HARUSNYA ditujukan bukan untuk remaja atau puber mengingat intensitas adegan ‘panas’nya walaupun film yg kutonton sudah terkena pisau sensor dengan kejamnya sampai-sampai banyak adegan yg terpatah-patah dan sering ga nyambung satu sama lain. Bikin aku keki aja karena dalam scene yg sama omongan atau adegannya tiba-tiba loncat ga jelas = =

Dibilang film ini kehilangan esensinya sih engga, tapi ya itu,,nonton film yg ga utuh gimana sih rasanya??

Soal akting, oke lah…walaupun peranan Shinta ga pas aja. Selain itu, beberapa adegan di film ini ada yg pure bener-bener bikin aku geli atau bahkan ketawa ngakak, dan tak sedikit pula yg tak masuk akal—as always. Adegan Wisnu membenarkan deskripsi Lala atau saat Olga kejeduk, misalnya, were so hilarious. Kalo adegan yg ga masuk akaalll….contohnya pas Askar dan Shinta di pelataran parkir yg KOSONG MELOMPOM, namun setelah itu TIBA-TIBA banyak org mondar-mandir berpayung warna kuning atau abu-abu yg SAMA PERSIS cukup mengganggu. Atau adegan ‘guru-murid’ yg Shinta lakoni, yg rasanya ga perlu dan bisa dibuang tanpa mengubah isi cerita. Toh nanti Shinta bakal ngebuka sendiri sisi kelam masa lalunya…

Munculnya sosok Olga juga hanya tempelan karena ia tak ada hubungannya dengan jalan cerita kecuali untuk berlaku konyol. Taruhan Wisnu-Mario juga tak disinggung lagi sampai akhir film. Kemudian vonis herpes dan kemungkinan Manda tertular juga aneh. Di film diceritakan Mario tertular karena ia pernah pijat plus-plus, yg dilakoninya setelah ia puasa seks dengan Manda. Kalo emang gitu, ya mana mungkin Manda ketularan coba?? Udah gitu ternyata herpesnya bukan herpes penyakit seksual, melainkan cacar ular
o.O
Dan Manda negatif hamil
= =
Dan Lala mengurungkan niatnya berasyik masyuk dengan Mario karena mamanya menelepon (??)
(- -“)

Akhirnya, duo Manda-Mario sepakat berkata “no” pada free sex merujuk pada akibat-akibatnya yg bikin ngeri (tobat?), sedang Lala berkata kalau kita punya pilihan—so boleh bilang “yes” ke free sex donk, La??

Jujur, aku juga seneng sih karena akhirnya Wisnu-Lala bisa mengurungkan niatnya apapun alasan dan cara penyadaran untuk mereka (Wisnu was advised not to rush by Manda’s dog, for example) dan semakin yakin kalau ceweklah yg sebenarnya memutuskan apakah seks itu bakal terjadi atau engga. Papiku pernah bilang, cowok kalau dikasih sih pasti mau-mau aja, tinggal gimana ceweknya aja. Kalau ceweknya bilang engga, like what Lala did, rasanya cowoknya juga ga bakalan maksa—if he really loves the girl. Kalau maksa, ya tinggal minta putus lah…iya ga, gals?? ;p

Well, film ini ga bagus, tp juga ga ancur-ancur banget. Film ini bisa dibilang mendidik KALAU kita bisa mengali dan mengambil HANYA sisi positifnya. Merujuk pada perkataan Wisnu di awal film, “The safest sex is NO sex!”

At least before we are officially married to our partner.

_
Rating: 3/5
Director: Thomas Nawilis
Production: Indika Entertainment, 2008
Cast: Ratu Felisha, Mike Muliardo, Nadila Ernesta, Tody, Hardi Fadillah, Hesti Purwadinata
Genre: Adult Comedy


“Mupeng (Muka Pengen)”

Setelah menonton film Claudia/Jasmine dan jatuh hati sedalam-dalamnya pada film arahan sutradara Awi Suryadi, aku pun tertarik menonton film ini karena film ini juga disutradarainya. Aku tahu film ini bertema komedi dewasa, dan rasanya film ini ga terlalu booming. Tapi aku berpikiran, C/J juga ga booming-booming banget, tapi ternyata filmnya bagus banget. So, kenapa ga ditonton?

Maka, jadilah aku menonton film ini…

Dan hasilnya? Kecewa berat; kecewa abis sehabis-habisnya. Rasanya ini film komedi dewasa paling rendah dan corny yg pernah kutonton. Aku nyesel banget pernah tertarik nonton film ini. Membuang-buang sekitar 90 menit hidupku untuk nonton film ga bermutu kayak gini—dan buang-buang waktu juga buat nulis resensi ini sih sebenernya… x_x

Dimas Aditya kembali membintangi film ‘porno’ setelah Kawin Kontrak, tapi penampilannya kali ini ga sememikat di sana. Rizky Moncil berperan hampir mirip dengan perannya di Maaf, Saya Menghamili Istri Anda. Hampir setiap detik film ini berbau porno, porno, dan porno. Ga ada pesan moralnya, banyak adegan ga masuk akalnya. Ga lucu, ga menarik, ga berkesan. Menjijikkan.

Maaf ya, aku kasar banget menilai film ini. But what can i say? Film ini memang kayak gitu. Im just writing the truth.

Maksud ati memeluk gunung, apa daya tampang nanggung. Berkisah tentang 3 cowok anak kuliahan yg bersahabat (gila, aku bahkan lupa siapa-siapa aja nama mereka!! Oh no…), yaaa… si Dimas, Mario, dan Rizky. Mereka bermimpi basah yg sama, bertemu dengan cewek molek nan seksi yg nungging di depan kulkas. Mimpi basah itu mereka anggap sebagai pertanda bahwa sudah saatnya mereka mencari pacar.

Sayang, mereka adalah tipe cowok kentang: kena tanggung. Tampang nanggung, duit nanggung, semuanya serba tanggung. Oleh karena itu, mereka pun melakukan beberapa perombakan untuk merubah nasib kentang mereka: menghilangkan bulu, mengenal tubuh wanita, dan memperbesar senjata mereka.

Namun masalah mereka ga hanya soal wanita. Seperti menjadi sumber masalah di beberapa film lainnya, trio Dimas-Mario-Rizky juga menghadapi masalah pelik, yakni melunasi uang kos mereka yg sudah menunggak dua bulan. Selain itu, mereka juga harus berhadapan dengan ibu kos yg perawan tua tapi genit dan terlihat seperti maniak seks, teman cowok mereka yg sepertinya naksir Dimas, dan usaha mendapatkan pacar idaman.

_
Rating: 1/5
Director: Awi Suryadi
Production: Rapi Films, 2008
Cast: Dimas Aditya, Mario Maulana, Rizky Moncil, Marissa Nasution, Mike Muliardo, Titi Qadarsih
Genre: Adult Comedy

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s