Posted in Movie, Review

[Film] In the Name of Love

A must-see film directed by our own Rudi Soedjarwo.

Sebuah film karya Rudi Soedjarwo yg mengingatkanku pada karyanya yg terdahulu: 9 Naga. Kekelaman, kesuraman, dan kegelapan tema cerita serta setting adegannya, ditambah dengan alur yg berjalan lambat, seolah membawaku kembali menyelami 9 Naga, namun dengan tema dan pemain yg berbeda—kecuali Lukman Sardi, tentunya.

Film drama bertemakan Romeo & Juliet ala Indonesia yg (sayangnya kembali) menampilkan banyak adegan kekerasan. Menunjukkan bahwa mental orang Indonesia, setinggi apa pun status sosialnya, masih mengedepankan urat and otot daripada otak dan akal sehat. Masih menghadapi masalah dengan emosi, bukan dengan kepala dingin. Masih terbawa rasa benci daripada rasa saling mengasihi. Tak mampu memaafkan akan kejadian yg telah lama berlalu. Dendam turun temurun yg tak menentu kapan berakhirnya, yg pada akhirnya mengorbankan segalanya.

“Apa yg kau cari dari perang ini?” rasanya dengan amat tepat menggambarkan apa yg terjadi di dalam film berdurasi lumayan panjang ini. Juga menggambarkan pesan yg ingin disampaikan kepada para penontonnya.

Adalah manusia yang bernama Satrio Hidayat yang mencintai Citra tapi karena ketidakberaniannya melamar Citra, dengan alasan kemapanan yang belum dicapai, maka Citra memilih menikah dengan Triawan Negara.

Ketika kemudian baik Satrio maupun Triawan sukses di bidangnya masing-masing, kebencian di antara mereka pun mereka bawa, hingga di satu titik mereka mempertunjukkan permusuhan mereka dengan saling menjatuhkan di depan publik. Sejak itulah kebencian mereka menjadi abadi…..

Satrio yang kemudian menikah dengan Kartika, memiliki tiga anak lelaki, Aryan, Aditya, dan Abimanyu. Triawan dan Citra pun memiliki anak-anak Rianti, Panji, Banyu, Saskia dan Dirga.

Baik Satrio maupun Triawan menurunkan benih-benih permusuhan itu ke dalam jiwa anak-anaknya. Hingga kemudian Saskia dan Abimanyu saling jatuh cinta.

Saskia, yang menjadi junior Abimanyu di kampus, menjalani hubungan yang mereka tau tidak akan disetujui keluarga mereka. Tapi mengatasnamakan cinta, mereka berjuang, di tengah permusuhan dan carut marut keluarga mereka. Mereka pun tinggalkan keluarga demi cinta itu.

Perseteruan pun meningkat karena kenekadan mereka. Kedua keluarga pun saling buru, sementara dalam keluarga mereka masing-masing pun masalah tak pernah berhenti menghampiri.

Abimanyu dan Saskia pun bertahan, hingga satu persatu kebencian itu luruh melihat perjuangan mereka.

Abimanyu dan Saskia yang masih sama-sama muda, namun ternyata bisa mengajarkan satu hal kepada keluarga mereka, bahwa cinta harus diperjuangkan… sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh orang tua mereka.


Secara keseluruhan, film ini menyuguhkan tema cerita klasik yg dipadu menjadi cerita yg ‘tak lazim’, bertaburan bintang-bintang yg aktingnya takkan mengecewakan siapa pun yg menontonnya. Film yg kabarnya disiapkan menjadi trilogi ini juga menampilkan sebuah ending yg mantap, ending yg tanpa ada sekuelnya pun mampu menutup film ini dengan baik, yg mampu membuat kita semua merenungkan: apa sih yg dicari dari permusuhan dan perang antarmanusia? (Surprisingly, setelah sekian kekelaman jalan ceritanya, ending song-nya amat optimis, manis, dan indah.)

Film ini, fortunately, mampu mengobati kekecewaan mendalamku akan film Cintapuccino. Di sini, Rudi Soedjarwo kembali membuktikan film garapannya memiliki alur dan inti cerita yg tak main-main, dan para aktor yg dipilihnya untuk bermain di film ini pun berakting dengan tidak main-main.

Bravo!! ^o^

_
Rating : 4.5/5
Director: Rudi Soedjarwo
Production: Valiant Circle Production, 2008
Cast: Vino G. Bastian, Acha Septriasa, Christine Hakim, Tutie Kirana, Roy Marten, Cok Simbara, Luna Maya, Lukman Sardi, Tengku Firmansyah, Nino Fernandez, Yama Carlos, Panji Rahadi
Genre: Drama

P.S. masih bimbang antara memberi 4.5 bintang atau memberikan 5 bintang. Masalahnya aku ga mau overrating tapi juga ga mau underrating >.<
Ada masukan atau saran?? Opini atau pendapat??

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s