Posted in Movie, Review

[Film] Get Married

Kacau kacau kacau~~!!!

Film yg kacau dari segi positif maupun negatif. Positifnya, film ini kacau kocak dan menghiburnya. Secara ada Nirina, Ringgo, Desta, sama Aming yg kayaknya emang born to this type of movie and characters: NGOCOL.

Awal-awalnya.

Setelah kemunculan si ganteng Richard Kevin yg aktingnya lebih oke dan natural dibanding penampilannya di Cinta Pertama atau From Bandung with Love, film ini jadi kacau beneran. Pertama, kacau karena kedatangan cowok ganteng nan kaya yg membuat aku malah jadi ngeliatin dia mulu pas dia nongol di layar (heh). Kedua, kacau karena film ini sekejap berubah menjadi the Cinderella Story ala Indonesia. Ketiga, kacau karena film ini jadi berkurang porsi kelucuannya dan bertambah porsi ke-ga-‘lucu’-annya.

Keempat, kacau karena ternyata uang masih bisa membeli apapun, yg bisa dibanggakan dan disombongkan; yg semuanya dianggap sepele karena punya banyak uang. Kelima, kacau karena kurang lebih 10 menit terakhir kita cuma disuguhkan adegan tawuran yg lucu, seru, dan ‘menegangkan’.

Dan keenam, kacau karena ternyata film ini menggunakan “ala Indonesia” untuk menyelesaikan masalah: dengan tawuran dan kekerasan. Mungkin emang bener sih di mana-mana ada kekerasan, di mana-mana ada tawuran, dan film TERKADANG memotret kehidupan yg sebenarnya, tapi kok itu dijadikan “ala Indonesia”? Menjelek-jelekkan negara sendiri, euy! Bikin malu aja jadi orang Indonesia yg—merujuk yg digambarkan di film ini—segala sesuatunya diselesaikan pake otot, bukan pake otak. Atau pake uang—yg dikorupsi sana-sini.

Beberapa adegan memang memang klise dan slapstik. Juga banyaknya adegan yg ga masuk akal dan ga perlu. Misalnya? Mmmm….orang tua Mae berniat mencarikan jodoh buatnya supaya mereka bisa lepas tanggung jawab atas Mae yg pengangguran, kasar, dan ga ada kalem-kalemnya sebagai seorang cewek. So? Kembalilah kita disuguhi adegan-adegan di mana calonnya aneh-aneh. Yg sah-sah aja sih dilakukan demi mengundang gelak tawa—at least kita bisa terhibur dan tertawa melihatnya.

Dan Kuartet Mae-Benny-Eman-Guntoro memang adalah sahabat sejati. Awalnya kupikir bakalan kayak cerita-cerita klise lainnya, yg ga memungkinkan persahabatan antara lawan jenis yg murni tanpa ada salah satu pihak yg memendam perasaan tertentu terhadap pihak lain. Dan persahabatan mereka membuktikan kalau cewek sama cowok bisa kok bersahabat erat dengan murni. Murni persahabatan. Saking murninya, mereka berjanji takkan kawin sebelum Mae laku—dan mereka pun jatuh sakit saat akan menikah dengan Mae.

Lho? Katanya murni persahabatan? Kok malah akhirnya mau nikah sama Mae??

Gini loh. Berhubung beberapa calon suami Mae mundur karena di‘usir’ trio cowok itu, mama Mae sampe jatuh sakit. Sakit karena usahanya gagal dan Mae tak kunjung juga menemukan jodohnya. Keinginannya cuma satu: melihat Mae menemukan jodohnya sebelum ia meninggal atau ia akan mati penasaran. Melihat kondisi ibunya yg memburuk, Mae tak punya pilihan lain selain menikah dengan salah satu sohibnya itu. Sialnya, satu per satu sohib Mae itu jatuh sakit setelah memutuskan akan menikahi Mae. (Mungkin) saking murninya persahabatan mereka, mereka jatuh sakit karena ga bisa membayangkan menikahi sobatnya sendiri?? Ga jelas juga sih kenapa mereka bisa sampe jatuh sakit begitu.

Di hari H pernikahan Mae dengan Benny, kampung mereka diserbu kompleks sebelah, dan pilihannya ada dua: membela kampung atau meneruskan ijab kabul. Tawuran digawangi Rendy, yg sakit hati tak mendapatkan Mae. Yg termakan omongan bodyguardnya dan teman-temannya untuk membalas dendam “ala Indonesia”. Yg memporak-porandakan kompleks perumahan orang lain karena tak bisa memakai otak dalam bertindak (padahal awalnya dia selalu menekankan memakai otak dalam bertindak karena menurutnya hanya orang primitif yg menggunakan kekerasan. Gimana tuh? Menjilat ludah sendiri!).

Yg menghentikan tawuran setelah melihat gadis pujaannya dan bertamengkan kekayaan yg dimilikinya akan mengobati yg luka sampai sembuh (atau menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka yg nganggur, atau mengganti kerusakan yg ditimbulkan). Semua karena ia punya uang. Semuanya serasa mudah karena ia punya uang. Parahnya lagi, lagu latar tawuran itu MAJU TAK GENTAR!! Ga salah tuh??? Lagu Maju Tak Gentar dipasang buat lagu pas TAWURAN?!?! Wah wah wah… tambah kacau yg ketujuh ini!!

Intinya, film ini menjanjikan hiburan yg non-stop walau terkadang ada adegan cengengnya, ga masuk akalnya, atau kekerasannya. Rada-rada PMP juga sih. Kan awalnya si keker (Bobby?) yg suka sama Mae, tapi malah akhirnya digebet juga sama Rendy. Dan adegan telanjang dada Rendy cukup ga penting. Kenapa sih harus topless segala? Toh, badannya juga ga sixpack gitu! Apanya yg mau dipamerin? xp

Well well well, mengutip salah satu komentar di Youtube, “The story line is unrealistic, but the humor is really fun to watch” (from mthbpc84). Well, i guess this movie was intended to entertain us all, not to make us upset, wasn’t it? So, fasten your seatbelt and be prepared to enjoy, to be entertained, and to laugh throughout this movie, then!

Or wishing that the cool, handsome, and rich Rendy could be yours (restricted to girls only!) LOL…

_
Rating: 3.5/5
Director: Hanung Bramantyo
Production: Starvision Pictures, 2007
Cast: Nirina Zubir, Ringgo Agus Rahman, Desta, Amink, Richard Kevin
Genre: Comedy

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s