Posted in Movie, Review

[Film] Radit dan Jani

Film yg berhasil membuatku banjir hingga detik terakhir. Wait. It’s not that kind of melodrama that will make you cry since the first second of the movie. Actually, this movie started as a fast-paced movie with all of its ‘glamorous’ and hedonistic lifestyle of Radit and Jani. However, since the middle of the movie, not long after they found out that they would soon become parents, the movie turned 180 degree to be THOSE movies which make you cry all the way until the end. Well, it may only work for girls, though.

Meminjam istilah peresensi film Love yg tak kuingat namanya (maaf ya, kukutip nih kata-katanya, mas/mbak): melodrama overkill. Or a tearjerker movie.

Radit dan Jani. Pasangan yg hidup bersama, menjalani kehidupan yg ‘bebas’. Belakangan penonton diberitahu kalau mereka TERNYATA telah menikah walau tanpa persetujuan keluarga Jani. Kehidupan ekonomi yg sulit tanpa pekerjaan, keduanya mengisi perut dan memenuhi kebutuhan akan rokok, disko, serta ketergantungan Radit pada narkoba dengan mencuri.

Setelah Radit didepak dari band yg digawanginya, demo tape yg tak kunjung didengar, cemoohan keluarga Jani akan Radit, ketergantungan Radit pada narkoba, serta belitan ekonomi membuat keduanya seringkali bertengkar. Tak jarang mereka harus menahan lapar dan mencari kegiatan lain untuk melupakan rasa lapar mereka. Walau begitu, mereka toh tak berhenti merokok (yg pasti belinya pake uang, kecuali kalo rokok hasil colongan juga) atau tak rela menjual barang-barang yg kelihatannya mahal yg melekat di tubuh mereka.

Masalah memuncak saat Jani hamil. Radit harus berhenti menyuntik dan mulai mencari kerja untuk menghidupi Jani dan anaknya kelak, serta memenuhi janji Radit pada Jani yg diucapkan berulang kali sepanjang film: untuk membuat Jani bahagia.

Beberapa kali dipecat dari kerjaan dan ketidakberhasilan Radit untuk memenuhi janjinya pada Jani akhirnya membuat Jani menyerah.

 

Akting Vino dan Fahrani sih oke. Mungkin keduanya dipilih karena memiliki tubuh super kering (karena Radit-Jani sering kelaparan makanya jadi kurus?). Atau karena Fahrani memiliki kaki jenjang yg indah yg dipamerkan sepanjang film. Sayangnya, Vino kembali memerankan peran yg tak beda jauh dari film-filmnya yg lain: jadi lelaki berandalan. Juga kemesraan keduanya yg, menurutku, terlalu banyak diumbar di film ini. Memang sih mereka itu sudah menikah, so sah-sah aja bermesra-mesraan, tapi kan kalo kebanyakan, jengah juga kita ngeliatnya?

Keduanya juga tak menampakkan sikap dan perilaku orang baik-baik: sumpah serapah, tatoan, pesta, minum, merokok… Gimana orang tua mau setuju sama pilihan Jani? Bagaimana pula Jani bisa bilang kalau dia udah dari dulu kayak gitu kalo caranya berpakaian dan berperilaku tak ada sopannya, bahkan setelah menikah? Dan kenapa kalau udah ‘kawin lari’ masih ga malu bolak-balik mampir ke rumah untuk minta pinjaman uang?

[Spoilers ahead] Dan setelah semua kesetiaan Jani pada Radit, ketabahan Jani hidup ‘bahagia’ bersama Radit, semudah itukah Jani menikah dengan orang lain hanya karena Radit menyerah? Semudah itukah memutuskan tali pernikahan?

So, kita hanya disuguhi dua orang bodoh yg pada akhirnya tak mampu memenuhi janji yg diumbar sepanjang film. Hidup memang tidak mudah. Menikah juga jelas tidak mudah. Namun, lewat film ini, kita dihadapkan pada satu contoh kalau cinta (tanpa kemapanan) saja tidak cukup untuk membina sebuah bahtera rumah tangga. Dan pernikahan atas dasar cinta semata tidak akan bertahan lama.

_
Rating: 3/5
Director: Upi Avianto
Production: IFI, 2008
Cast: Vino G. Bastian, Fahrani
Genre: Drama

~images imported from various sources and are property of their respective owners~

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s