Posted in Movie, Review

[Film] Claudia/Jasmine

Tipe-tipe cowo:

“Cowo yg baik… biasanya jelek
Cowo yg ganteng… itu ga baik
Kalau baik, ganteng… kebanyakan gay!
Yg baik, ganteng, dan bukan gay… udah pada married!
Ada lagi nih: Ga jelek tapi ga ganteng juga… lumayan deh… itu biasanya ga punya duit.
Nah yg punya duit… dia nyangka kita ngincar duit mereka!

Jadi cowo yg perfect itu: yg baik, cakep, bukan gay, punya duit, trus nganggep kita cantik?

Iya, nah yg begitu biasanya tipe pengecut…atau pemalu. Ga bakalan deh nelpon duluan!
Sialnya nih Jas, Si Jerry tuh tipe yg terakhir!”


Kocak dan menghibur abies!

Rasanya cuma itu yg bisa mendeskripsikan bagaimana film ini mampu mengulang beberapa adegan berulang kali tanpa merasa bosan atau berhenti tersenyum. Ga sepanjang film lucu terus sih, hanya seringkali ada kalimat atau polah yg bisa mengundang senyum. Beberapa adegan juga terbilang romantis padahal katanya film ini niatnya bukan untuk masuk kategori komedi-romantis.

Bercerita tentang Claudia, gadis SMA berusia 17 tahun, periang, lincah, dan yg percaya bahwa satu pria itu diciptakan untuk satu wanita. So, ia merasa ga perlu buru-buru pacaran, melainkan dengan sabar menunggu datangnya sang pangeran dengan kuda putihnya. Walaupun begitu, ia merasa masa SMA-nya begitu-begitu aja. Kehidupannya berubah saat itu bertemu dengan cinta pertamanya, Tody. Mulai dari telpon-telponan sampai pagi, bolos bareng, sampai….terjadilah kejadian yg membuat pandangan Claudia tentang lelaki berubah.

Jasmine. Wanita independen yg sudah sampai pada umurnya untuk berkeluarga. Beberapa usaha mama dan teman-temannya untuk menjodohkannya dengan banyak pria selalu gagal. Entah karena berbagai macam kekurangan yg mereka miliki (dari yg lebih pendek darinya, yg beratnya 175 kg, sampai yg pelit), entah karena Jasmine menggunakan 1001 cara untuk membuat mereka semua ilfil padanya. Baginya, cuma ada 2 tipe pria: *beep* atau gay.

Usaha terakhir pun dilancarkan: mengenalkan Jasmine pada Jerry. Ketika keduanya telah dekat, Jasmine kembali melancarkan berbagai cara untuk membuat Jerry menjauhinya. Anehnya, Jerry kelihatan tak terpengaruh. Ternyata, Jasmine menyimpan kisah kelam masa lampau yg ia tak yakin akan bisa diterima pria manapun karena ia sendiri pun belum bisa memaafkan dirinya atas apa yg pernah dilakukannya.

Claudia. Jasmine. Keduanya memiliki persamaan. Keduanya suka telat. Keduanya memiliki kebiasaan yg mirip dalam berbenah diri. Keduanya memiliki 2 teman akrab. Sisanya? Tak begitu terlihat kesamaannya. Yg menarik, film ini menyajikan kejutan pada bagian klimaks, tentunya, yg ga bakal kubahas apa isinya.

Kenapa?

Karena, sebelum menonton satu film, aku biasanya membaca resensi onlinenya terlebih dahulu in order to roughly know what the movie is about. Sialnya, beberapa resensi secara implisit maupun eksplisit menyebutkan apa “kejutan”-nya itu! Bikin keki ga sih? Sampai akhirnya, pada saat aku sampai ke adegan yg dimaksud, jadinya…ya ga gitu surprise lagi.

Perpindahan adegan yg mulus banget, skenario dan cerita yg menarik, perkembangan alur yg ga bikin membosankan melainkan sanggup membuat kita ga bisa berpaling barang sejenak pun, dan pemilihan pemain yg boleh diacungi dua jempol.

Awalnya lumayan ragu dengan kualitas akting Kirana berhubung aktingnya di sinetron Azizah bikin ilfil punya. Ternyata…?? Aktingnya natural dan oke juga sebagai Claudia. Yg lainnya? Two thumbs up deh! Bahkan Nino yg di film Kangen bikin aku keki setengah mati, bikin aku cinta setengah mati sama sosok Jerry yg cool tapi romantis abies. However, my favorite character in this story is Indra. Aktingnya natural banget (aku ga tahu siapa namanya, hehe diperankan oleh Tizza Radia) yg bikin film ini hidup dan jadi cerah banget. Bisa ngikik sendiri ngeliat polahnya Indra yg nge‘gemes’in banget!

Overall, film ini cukup ringan walau adegan klimaksnya bikin aku banjir punya. To sum up, Claudia/Jasmine is a VERY entertaining comedy-romantic movie and it is worth watching. And to be watched again. And again. And again… =)

I simply loved it.
0h, and i LOVE the deleted scenes played at the end credit. It’s…hilarious.

_
Rating: 4.5/5
Director: Awi Suryadi
Production: Nation Pictures, 2008
Cast: Kirana Larasati, Andhika Pratama, Kinaryosih, Nino Fernandez, Tizza Radia, Mieke Amalia, Dinda Kanyadewi, Tio Pakusadewo, Ira Maya Sopha, Fikri Ramadhan, Sakurta Ginting
Genre: Romantic Comedy

p.s.
[Spoilerish?] Satu lagi, aku juga seperti Jasmine berpikiran kalau gelang kaki berinisial J pemberian Jerry itu artinya Jasmine! Sampai Jerry ngomong kalau J itu…

“Jerry, Berarti yg pake gelang itu… Jerry punya.”

Gilaaaaaaa!!! Mana tahannnn???

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s