Posted in Movie, Review

[Film] LOVE

…ketika hanya cinta yg sempurna.

Film yg udah menarik perhatianku sejak menyaksikan trailernya ini akhirnya berhasil kutonton juga setelah ada yg meng-uploadnya di youtube (aku ga berada di Indonesia saat film ini diputar, jadi niat awalnya adalah nunggu sampe ada kesempatan balik ke Indo baru beli DVD-nya. Yg asli tentunya, haha). Makin ingin menonton setelah mendengar kabar Sophan Sophiaan telah berpulang. Ini adalah film terakhirnya (bersama sang istri). Dan aku benar-benar tak menyesal telah ‘mengidam’ sekian lama, menunggu untuk bisa menyaksikan film drama romantis ini.

Berkisah tentang lima pasangan dari beda generasi, usia, dan permasalahan, dengan tujuan sama. Berjuang demi meraih cinta. Berawal dari Nugroho (Sophan Sophiaan) dan Lestari (Widyawati) yang bertemu di usia mereka yang tidak lagi muda. Nugroho yang menderita penyakit Alzheimer membuat Lestari tersentuh dan akhirnya menaruh perhatian khusus kepadanya. Dengan penuh kasih sayang, Lestari bersedia menerima keadaan Nugroho.

Ada juga Rama (Fauzi), pria muda sederhana yang bekerja di percetakan keluarga, bertemu dengan Iin (Acha), gadis desa yang sedang mencari kekasihnya di Jakarta. Memiliki masa lalu yang hampir sama ternyata menimbulkan chemistry di antara mereka. Bahkan, mampu mempersatukan keduanya hingga membuat mereka akhirnya berani menyambut? menatap? hari esok.

Kisah ketiga bercerita tentang Tere (Luna Maya) dan Awin (Darius). Tere adalah penulis yang sukses dan terkenal. Dia bertemu Awin, penjaga toko buku yang sebenarnya memiliki bakat terpendam sebagai penulis. Pertemuan berbuah cinta dalam hati Tere dan Awin. Sayang, ketakutan Awin untuk mencintai muncul hingga membuatnya menghindari cinta yang seharusnya tak usah dibatasi.

Kisah bergulir pada Restu (Irwansyah) dan Dinda (Bella). Dua mahasiswa yang menjalani hidup dengan santai dan riang itu saling jatuh cinta. Namun, cinta mereka kurang beruntung karena terpisahkan ajal.

Cerita terakhir tentang Gilang (Surya Saputra) dan Miranda (Wulan Guritno). Pasangan muda yang memasuki usia pernikahan delapan tahun dan telah memiliki buah hati, Icha. Icha yang menderita autisme membutuhkan perhatian lebih dari kedua orangtuanya, sementara Gilang dan Miranda sendiri harus menerima kenyataan bahwa pernikahan mereka bermasalah. Pada akhirnya, ketika Gilang merelakan Miranda pergi, dia menemukan cinta sejati di suatu hari yang tak terduga.

Meski kelima pasangan tersebut memiliki perbedaan masalah, ada benang merah yang dapat disimpulkan dari kelimanya. Ialah cinta serta takdir yang mendukung cinta itu akan terwujud sesuai impian atau tidak.

Dari kelima kisah cinta tersebut, tak semua pasangan bisa merasakan dan mewujudkan impian atas indahnya cinta mereka. Ada yang berakhir dengan kematian dan perceraian.

[penjelasan tentang jalan cerita dan para tokoh dikutip dari okezone.com]

Seperti judul lagu soundtrack film ini, Love adalah sebuah film yg (nyaris) sempurna, baik dari segi cerita, plot, pemain, sampai ke detail-detail sekecil-kecilnya. Pengambilan gambar-gambar indah (suasana busway pun bisa jadi romantis dan indah di film ini), kalimat-kalimat bijak namun tak menggurui, serta pendalaman karakter yg nyaris tanpa cacat membuat film ini mengalir lancar tanpa hambatan. Kelima cerita berbeda dapat berbaur dengan perpindahan adegan yg berlangsung dengan halus, dan masing-masing cerita mampu memegang keutuhannya walaupun cerita ditayangkan secara terputus-putus.

Walaupun alurnya sedikit tertebak (saat yg satu mulai menemukan cintanya, semua karakter di film akan mengalami hal yg sama. Ketika yg satu mulai menemukan kerikil kecil dalam hubungan mereka, pasangan yg lain juga mengalami hal serupa. Wajah pucat Dinda sejak awal film juga sudah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat), jalan ceritanya tidak jatuh sampai tahap membosankan. Malahan, seiring bergulirnya cerita ke-5 pasangan itu, film ini makin lama makin menarik untuk diikuti sampai aku tak rela untuk berhenti barang sejenak. Pengen tau kelanjutannya kayak gimana!

Seperti sudah ditulis sebelumnya, akting para pemain Love bisa diacungi dua jempol karena (hampir semuanya) berhasil memerankan karakter yg dilakoninya. (Alm.) Sophan dengan Widyawati sih udah ga usah ditanya lagi kebolehannya berakting di depan kamera. Yg cukup mengejutkan adalah penampilan Acha membawakan peran Iin, gadis dari Sukabumi yg polos tapi banyak omong. Kecuali pas ia menangis yg sumpah jelek banget (memang Acha ga bagus akting nangisnya. Mesti latihan lagi tuh), lakonnya sebagai Iin bisa dibilang tanpa cacat. Akting Darius, Irwansyah, dan Bella juga mengalami banyak kemajuan positif di film ini walau beberapa kali akting Irwansyah-Bella masih terlihat kurang maksimal. Sedangkan kemiripan nasib Gilang-Miranda dengan kisah nyata pemainnya boleh jadi yg membuat keduanya berhasil bermain total.

Kalau hampir semua resensi membahas dan mengopinikan pasangan mana yg paling mencuri perhatian, aku ga bakal menuliskan itu. Selain karena bingung pasangan mana yg paling oke, aku merasa itu hal yg relatif. Semua orang bisa punya idolanya masing-masing. Tapi, di sini aku mau membahas pasangan mana yg paling lemah. Adalah pasangan Tere-Awin. Darius udah pol-polan menunjukkan sisi sensitif Awin, yg ga diimbangi oleh Luna Maya. Jujur, akting Luna yg hampir sama di setiap film maupun sinetron itu (ga berkembang/makin bagus maksudnya) nyaris merusak mood film ini. Aku hampir jatuh bosan (baca: bete) setiap kali adegan berpindah ke pasangan mereka. Untungnya akting Darius dan Pak Candra mampu menutupi kelemahan akting Luna. Istilah kasarnya (maaf nih ya, Luna) Luna itu menang tampang aja. Cantik. Wajahnya enak dilihat. Titik.

Intinya, film ini film romantis. Ada sisi bahagianya, namun banyak pula sisi menderitanya. Sedih dan mengharukan sih, tapi film ini bagus loh! Lagipula, film ini ga hanya membuat kita menitikkan air mata karena banyak pesan moral yg terkandung di dalamnya. Apalagi film ini memberikan aku kesan yg mendalam saat selesai diputar. Bikin aku ingin nonton ulang lagi. Sayangnya, endingnya ga ngena. Biasa aja. Bikin aku mikir, “Kok begini sih akhirnya?” Masalahnya, aku mengharapkan kalo Gilang-Miranda bisa rukun kembali, minimal demi Icha. Tapi, itulah hidup. Jalan cerita film, toh, berada di tangan sutradara (atau hanya di tangan penulis naskah?), dan kenyataannya, life doesn’t always go our way…

Berlebihan ga ya kalo aku memberikan Love 4.5 bintang?

_
Rating: 4.5/5
Director: Kabir Bhatia
Production: 13 Entertainment, 2008
Cast: Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Fauzi Baadila, Irwansyah, Laudya C. Bella, Luna Maya, Sophan Sophiaan, Surya Saputra, Widyawati, Wulan Guritno
Genre: Drama Romantis

~images imported from various sources and are property of their respective owners~

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s