Posted in Book, Review

[Buku] Noda Tak Kasatmata

Buku terbaik Agnes Jessica (menurut versiku) sejak dan setelah Rumah Beratap Bugenvil.

Sarah yg mengambil tema skripsi tentang Pembataian PKI di Desa Karya, Jombang, memutuskan untuk turun lapangan, mengobservasi dan mewawancarai langsung para penduduk desa yg mungkin mau membuka mulut akan peristiwa kelam di tahun 1965 itu. Entah mereka yg selamat dari pembantaian entah mereka yg terlibat dalam kegiatan pembantaian terselubung.

Walaupun sang kekasih melarang, Sarah tetap nekat pergi sendiri dan tinggal selama seminggu di desa itu. Beruntung, dosennya punya kenalan warga yg tinggal di sana. Ia pun menginap di rumah Pak Suprapto, kepala desa yg juga ayah Lastri, gadis manis yg berusia satu tahun lebih muda dari Sarah. Dari Lastri, Sarah pun berkenalan dengan Surya, kekasih Lastri selama 2 tahun.

Surya adalah anak PKI yg terbantai. Akibat melihat ayahnya dibantai, kakak Surya, Dewi, menjadi bisu. Karakter Surya yg keras terbentuk karena latar belakangnya yg suram. Ia juga tidak menyukai kehadiran Sarah. Menurutnya, gadis seperti Sarah hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan uang orang tua. Gadis sepertinya tidak akan mengerti penderitaan anak mantan PKI sepertinya.

Seminggu berada di sana cukup membuat Sarah mendapatkan apa yg diinginkannya. Keterangan dari Arif, anak mantan pemimpin pembantaian, juga pakde Surya, korban yg selamat dari pembantaian, berhasil didapatkannya. Sayangnya, hatinya pun terpaut pada pria yg 11 tahun lebih tua darinya. Yang juga merupakan kekasih orang yg memberinya tumpangan selama seminggu.

Menarik juga melihat bagaimana interpretasi Agnes tentang pembantaian anggota PKI tahun 1965 yg memakan korban jiwa yg tak terhitung banyaknya. Selain isu itu adalah isu sensitif, sampai saat ini kebenaran akan peristiwa G30S/PKI serta pembantaian anggota PKI di daerah-daerah masih belum diketahui latar belakang dan kebenarannya.

Alas, another weak ending. Agnes Jessica benar-benar harus mempertimbangan sebuah akhir yg tak terduga, kalau perlu sad ending. Atau mencoba menulis genre lain selain drama romantis dan teenlit. (Menurutku) ia harus berani membuat perubahan untuk novel-novelnya kalau tak mau membuat pembaca jatuh bosan.

_
Rating : 3.5/5
By Agnes Jessica
Penerbit: GPU
Genre: Romance

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s