Posted in Movie, Review

[Film] Cinta Pertama

Cinta pertama. Masa remaja, indah, dan tak terlupakan. Mungkin itu yg ada di pikiran sebagian orang walau banyak pula yg meragukan kebenaran akan kekuatan cinta pertama. Setidaknya, Alia percaya dan meyakini bahwa cinta pertama-nya pada Sanny amatlah berkesan dan tak terlupakan—bahwa dia adalah tipe orang yg menyimpan mimpinya dalam hati dan membawanya sampai akhir hidupnya.

Ga ada yg bisa diresensi dari film ini selain bahwa Abi (Richard Kevin) baru menyadari kalau Alia (BCL) tunangannya ternyata mengalami pecah pembuluh darah di otak. Lewat buku hariannya, Abi mengetahui kalau Alia masih menyimpan perasaan khusus untuk teman SMA istimewanya, Sanny (Ben Joshua). Akhirnya, Abi mencari Sanny, yg sudah menikah, untuk menjenguk Alia dengan harapan Alia dapat sadar.

Filmnya berjalan amat sangat lambat. Sedikit bicara, banyak diamnya. Entah karena Alia amat menyukai gerimis, entah karena apa, hampir di setiap adegan digambarkan turun gerimis. Sebagian besar gambar juga diambil dengan pencahayaan minim, bahkan di dalam lorong rumah sakit pada siang hari. Apakah untuk mengirit biaya listrik atau untuk membangun suasana sedih nan mencekam? Well, if so, cukup berhasil bikin sedih sih, tapi lebih sukses bikin merinding melihat suasana RS yg ga bersahabat, apalagi pas mendengar suara derit ranjang pasien yg didorong pada salah satu adegan.

 

Banyak juga hal yg ga masuk akal sehat, seperti pas Sanny tetap bermain basket sendirian di tengah hujan, dan Alia datang menari-nari di sekitarnya sebelum menyerahkan payung untuknya.

Cukup kesel dan BT ngeliat tingkah pengecut Sanny. Awalnya sih ok-ok aja, malah terkesan cool dengan sikap dia, tapi setelah terungkap kalau dia ternyata juga cinta sama Alia, bikin kesel setengah mati. Banci banget sih, cowo ga berani nembak, menyesal belakangan, serta melakukan hal-hal yg ga seharusnya dilakukan seorang pria yg sudah menikah terhadap tunangan orang lain—well,,seharusnya dia melakukan itu sewaktu SMA. Apa lumrah kalo seorang suami mencium pipi, memegang tangan, tidur di sisi tempat tidur, dan pada akhirnya bilang cinta dan mencium bibir tunangan lelaki lain yg terbaring tak sadarkan diri di kamar RS? Engga banget deh!!!

[Ending spoilers ahead] Kalau di film Ayat-ayat Cinta, kehadiran Fahri sukses membangunkan Maria, tidak demikian dengan sosok Alia. Ciuman Sanny hanya mampu membuatnya menggenggam tangan Sanny sebelum ia pergi. Alhasil, sebagian peran BCL hanyalah tidur, tidur, dan tidur. Tidak banyak yg diurai film ini, ga ada jalan cerita yg kuat, serta terlalu banyak repetitif yg tidak perlu dan cenderung membosankan. Tidak romantis, dan jauh dari bagus (jauh lebih bagus lagu-lagu latarnya). Masih banyak yg harusnya bisa diungkap, dikatakan, dan diceritakan.

Pada akhirnya, menonton film panjang nan melelahkan ini tidak membuahkan apa-apa untukku. Alia tidak hanya menyimpan misteri yg hanya bisa diterka-terka lewat buku hariannya yg ditemukan dengan amat mudahnya, tapi ia juga memporak-porandakan hati banyak orang. Terlebih lagi, akting yg tidak begitu kuat. Yg cukup mencuri perhatian adalah peran cameo Raffi Ahmad sebagai waiter.

Bukankah akah lebih menarik melihat apa yg terjadi seandainya Alia sadar?

_
Rating: 1.5/5
Director: Nayato Fio Nuala
Production: Maxima Pictures, 2006
Cast: Bunga Citra Lestari, Ben Joshua, Richard Kevin
Genre: Drama

~images imported from various sources and are property of their respective owners~

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s