Posted in Book, Review

[Buku] Lucky isn’t Lucky, Angel’s Heart

“LUCKY ISN’T LUCKY”

Lucky benci setengah mati sama namanya karena dia ga merasa lucky sama sekali. Makanya, dia lebih senang dipanggil dengan nama panggilannya, Lulu.

Susunan kalimatnya amburadul. Perlu banyak belajar tentang titik, koma, dan kalimat konjungsi karena kita yg ngebacanya jadi rada pusing dan terganggu—at least, i did. Yang paling penting: belajar bahasa Inggris lagi, deh! Soalnya kan pas pelajaran bahasa Inggris, gurunya ngomong pake Inggris, tapi masa sentence dan grammarnya error-error gitu sih?? Kan maluu..hehe.

Febi juga terlihat tidak konsisten dengan alur waktu yg ditulisnya sendiri. Ditulis waktu konser tinggal 2 atau 3 minggu lagi, dan mereka udah latihan keras selama ‘beberapa’ minggu, kemudian muncul konflik yg membuat Lulu kabur selama 5 hari-an, sebelum kemudian semuanya selesai dan Lulu dkk kembali latihan keras selama beberapa hari…

Kayaknya ga mungkin deh semua itu cuma berlangsung selama 2-3 minggu. Ya ato ya?

_
Rating: 2/5
By Febi Fibtarica
Genre: Remaja


“ANGEL’S HEART”

Setelah membaca Victory yg so-so dan Dua Rembulan yg membuat aku menghabiskan waktu 3-4 hari untuk menyelesaikannya saking—maaf ya—membetekan dan bertele-tele, aku masih mencoba berpikir positif dan kembali mencoba satu buah karya Luna yg lain, Angel’s Heart.

Berjuang untuk tidak ‘menendang’ novel pinjeman dari teman adikku ini (mengutip opini si pemilik buku), aku mengira Angel’s Heart berarti versi Inggrisnya perasaan/hati Angel, yg ternyata…salah besar!!

Setelah lembar demi lembar berlalu tanpa makna dan arti, aku pun mulai gusar dan benar-benar kesal: ALAMAKK!!! Bingung deh, kenapa buku yg ga jelas ceritanya bisa-bisanya diterbitin?? Jelek. Abis. Ga. Ketulungan. No more Luna Torashyngu please!! Kayak kehabisan penulis berbakat laen aja sihh?!

Bukannya gimana-gimana, tapi memang bukunya lumayan bikin moody setelah karakter-karakternya ga gitu jelas, ga banyak adegan yg menunjukkan kalo Angel suka sama cowo itu sampe tiba-tiba kok kayaknya sedih banget cowonya bertolak ke Amerika… tapi juga ga tergambarkan kalo Angel terpengaruh akan kepergian cowonya itu sampai saat konser yg MUNGKIN adalah klimaksnya (ga ada konflik kok ada klimaks?).

Semoga ini menjadi kritik membangun untuk Luna: belajar lagi tentang tanda kutip untuk kata-kata tertentu—ga pas dan menggangu banget—karena hampir semua kata-kata yg diberi tanda kutip sama Luna lebih ok kalo dibiarin begitu aja. Juga kata mo (=mau) dan ama (=sama) yg maksa abiess.. Ga pas sama konteks kalimat. Mungkin maksudnya biar gaul, tapi gatot.

Luna oh Luna… *maaf ya kalo aku keras banget sama buah karya-mu…*
Aku tahu kok nulis novel itu ga gampang—dan belum tentu aku bisa menulis lebih bagus darimu—tapi…kita toh bayar untuk beli novelmu—atau at least meluangkan waktu untuk membaca ceritamu bagi yg cuma minjem—so we deserve to have a good time reading good story, right??

Well, at least from this book i came to know something about Stradivarius.

_
Rating: 1/5
By Luna Torashyngu
Penerbit: GPU
Genre: Teenlit

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s