Posted in Movie, Review

[Film] Ekskul

Sebenernya film ini menarik dan mempunyai pesan moral yg kuat untuk antikekerasan. Sayangnya, ide cerita yg menarik ini ga diimbangi dengan pemilihan pemain yg mampu membawakan perannya dengan baik.

Akting Ramon lumayan oke walaupun kurang menggigit sebagai remaja yg frustrasi dan depresi karena kekerasan yg dialaminya baik di rumah maupun di sekolah sehingga gelap mata dan menyandera teman-teman yg suka menyiksanya.

Sisanya?
Perdebatan tentang lagu jiplakan yg kalo boleh jujur penempatannya ga pas dengan adegannya, juga akting yg kurang maksimal. Alhasil, bukannya tersentuh dan menitikkan air mata di adegan yg seharusnya mengharu biru, aku malah mengernyitkan kening melihat akting yg bikin “merinding” dlm artian yg ga positif.

Satu hal lagi yg membuat kening berkerut di akhir cerita ialah meledaknya pistol yg dipegang Joshua untuk bunuh diri. Berulang kali diucapkan secara verbal dan nonverbal dalam film bahwa peluru yg diberikan ke Joshua HANYA SATU. Di awal film Josh sudah menembakkan pelurunya, dan di akhir film kembali menembakkan satu peluru ke kepalanya sendiri. Bagaimana bisa??

Akhirnya, yg membuat film ini ‘terkenal’ adalah kemenangan film ini menjadi film terbaik FFI.
Apakah memang film ini layak menang?

_
Rating: 3/5
Director: Nayato Fio Nuala
Production: Indika Entertainment
Cast: Ramon Y. Tungka, Metha Yunatra, Sheila Marcia, Indra Brasco, Olga Lydia
Genre: Thriller Suspense

Advertisements

Author:

I blog sometimes, gush ofttimes, snark all the time.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s