Posted in Movie, Review

[Film] Nagabonar Jadi 2

“Apa kata dunia” kalau kita tidak menonton Nagabonar Jadi 2??

Film ini sebenarnya bisa dibilang film patriotik berbumbu komedi. Tentang Bonaga, anak Nagabonar, yg sukses dan mendapat tawaran untuk membuat resort di kebun kelapa sawit milik nenek moyangnya. Keruwetan terjadi karena di kebun itu terdapat makam orang tua, istri, dan teman seperjuangan Nagabonar. Dan dia ga rela kalau Bonaga “menjual” tanah leluhurnya.

Demi meyakinkan Nagabonar untuk merestui langkah pembangunan resort itu, Bonaga melakukan segala cara, termasuk memberikan 3 pilihan untuk dipilih. Pilihan itu, menurutku, terlalu ga etis dan ga lucu sama sekali, walaupun mungkin maksudnya ialah untuk membuat kita tertawa.

Sayang, banyak penggunaan kata-kata “apa kata dunia” yg kurang pas. Dan ada pula beberapa adegan yang cukup ga nyambung, seperti ketika tiba-tiba ada upacara bendera yang tidak jelas asal usul, maksud, dan tujuannya..

Dan ada juga beberapa adegan yang seharusnya bisa lebih baik tanpa lelucon yg tidak pas. Misalnya, waktu adegan Nagabonar mengucapkan surat untuk Bonaga tulis, suasananya udah terbangun banget, dan jadi tiba-tiba hancur karena Bonaga menyeletuk untuk meringkasnya. Seharusnya, biarkan saja momen itu berlalu sebagaimana adanya, tanpa ada perlu intervensi. Karena, jujur saja, lelucon itu malah bikin garing, dan bikin kita ga jadi sedih lagi.. (nah loh..)

Bagaimanapun, film ini bagus dan menghibur. Film yg penuh dengan pesan moral dengan kata2 “bijak” yg menusuk tepat ke ulu hati kita akan perilaku kita sehari-hari… Banyak adegan yang menggambarkan degradasi moral yang dialami bangsa ini. Inilah salah satu film Indonesia yang menghibur dan sarat pesan moral tanpa ada (atau memang ada?) maksud menggurui.

Dan menonton film komedi-patriotik ini pun bagaikan oase di padang pasir karena banyaknya film horror yang beredar di Indonesia yang tujuan utamanya hanyalah membuat kita membayar dan ketakutan “sampai mati” demi keuntungan sang produser. Mungkin aku terlalu keras terhadap film horor, atau juga karena aku tidak begitu suka film horor, tapi hal itu memang benar adanya. Film horor marak beredar, dan film bermoral jarang dibuat.

Film yang mampu membuat kita tertawa di satu adegan dan menangis di adegan berikutnya. Dan tanpa adanya ciuman bibir antarlawan jenis pun, romantisme tetap bisa terbangun dan terjalin dengan apik, toh..??

Salah satu kalimat yang menyentuh:
“Salahku, aku masih hidup di zamanmu. Zaman yang sangat sulit kumengerti, tapi berupaya kupahami karena aku mencintaimu, Bonaga…”

Mungkin zaman kita dan orang tua kita memang berbeda, tapi cinta jualah yang menjembatani semua perbedaan yang ada… Orang tua memang lebih sering mengalah dan mencoba memahami dunia kita. Tetapi, kalau semua permasalahan semudah mematikan AC karena papa kita tidak kuat dingin, dan papa kita menyalakan kembali AC setelah kita terlelap dan dia puas mengelus lembut kepala kita, kemudian keluar meninggalkan kamar dengan berjingkat – takut membangunkan kita – alangkah indahnya hubungan keluarga kita… ^ ^

Akhirnya, film ini adalah salah satu dari sedikit film yg bisa membuatku menarik nafas dan membuangnya seraya tersenyum.. – tanda bahwa sebuah karya masuk jajaran “bagus” menurut versiku.

It is a must-watch movie. ^ ^

Btw, di mana yah tempat ada patung Bung Karno dan Bung Hatta seperti yang dikunjungi Nagabonar??

_
Rating: 4/5
Director: Deddy Mizwar
Production: Bumi Prasidi Bi-Epsi & Bemi Gusela Citra Sinema, 2007
Cast: Deddy Mizwar, Tora Sudiro

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s